DATAPOST.ID MEDAN — Pesawat Garuda Indonesia yang membawa 360 jemaah haji tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Debarkasi Medan tiba di tanah air disambut hujan deras, Senin (17/06/2025)

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA-3404 yang membawa jemaah haji asal Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan dan Sidoarjo, Landing di Bandara Kualanamu Deli Serdang pukul 03.21 WIB.

Dari Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), jemaah haji Kloter 4 langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan menggunakan Bus.

Setibanya di Ahmed pukul 05.21 WIB, dilakukan prosesi serahterima tanggungjawab dari PPIH Debarkasi Medan kepada Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota asal jemaah haji di Aula 1 Madinatul Hujjaj untuk dipulangkan menuju kampung halaman masing-masing.

Terhadap jemaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan menyerahkan paspor, air Zam Zam dan juga diberi penjelasan dari bidang kesehatan terkait masa berlaku kartu kesehatan.

Di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, jemaah haji Kloter 4 disambut Ketua PPIH Debarkasi Medan, H. Ahmad Qosbi Nasution, S.Ag., MM. Dia mengucapkan selamat datang, selamat kembali ke tanah air kepada jemaah haji dan bersyukur jemaah tiba dalam keadaan selamat.

Baca Juga :  Kejati Sumut Tuntut Mati 34 Terdakwa Kasus Narkoba, 7 Terdakwa Seumur Hidup. 
Ketua PPIH Debarkasi Medan, H. Ahmad Qosbi sambut jemaah haji Kloter 4 di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan

“Alhamdulillah bapak dan ibu tiba di tanah air dalam keadaan selamat dan, semoga seluruh rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan di tanah suci diterima Allah SWT dan diampunkan segala dosa serta semoga memperoleh haji mabrur”, ucap Ahmad Qosbi.

Ahmad Qosbi juga berharap agar jemaah haji dapat memelihara kemabruran haji saat kembali di tempat tinggal masing-masing.

Jemaah Haji diminta Jaga Kemabrurran Haji

“Peliharalah kemabruran haji dengan menjaga sikap dan perilaku dengan membawa kenyamanan dan kedamaian di keluarga, di lingkungan tempat tinggal serta di tempat kerja”, ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumut itu juga mengucapkan permohonan maaf kepada jemaah haji. “Jika selama proses keberangkatan maupun proses pemulangan ini, terhadap pelayanan yang kami lakukan ada kesalahan dan kekhilafan, saya atas nama Ketua PPIH Debarkasi Medan memohon maaf”, tuturnya.

Jemaah Haji Wafat

Baca Juga :  Terkait Dugaan Korupsi Smartboard, Kejati Sumut Geledah 2 Kantor OPD Tebing Tinggi

Ketua PPIH Debarkasi Medan, Ahmad Qosbi mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji asal Kabupaten Deli Serdang atas nama Nurmalis.

PPIH Debarkasi Medan doakan jemaah haji yang wafat asal Kabupaten Deli Serdang

“Semoga almarhumah senantiasa diampuni segala dosanya dan keluarga yang di tinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan”, kata Ahmad Qosbi.

Maskapai Garuda Indonesia Pastikan Penanganan Sesuai Prosedur

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu jemaah haji perempuan Kloter 4 Debarkasi Medan asal Kabupaten Deli Serdang.

Jemaah haji tersebut dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), pada Senin (16/06/2025) pukul 03.50 WIB.

Jemaah haji Kloter 4 atas nama Nurmalis, wafat sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Kualanamu Airport, Senin (16/06/2025) pukul 03.50 WIB

Branch Manager Garuda Indonesia Medan I Wayan Gilang Aditya dalam siaran persnya, mengatakan bahwa penumpang dimaksud sebelumnya sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri ketika pesawat melakukan persiapan landing.

Awak pesawat melakukan tindakan pertolongan pertama bersama-sama dengan tim medis kloter disertai pemeriksaan lanjutan hingga kemudian yang bersangkutan dinyatakan wafat.

“Sesuai keterangan dari Dokter Kloter, almarhumah sempat mengeluhkan kondisi lemas sebelum keberangkatan dari Arab Saudi dan telah mendapatkan penanganan berupa infus dari tim medis, serta telah dinyatakan dalam kondisi stabil oleh tim medis sebelum penumpang tersebut melanjutkan penerbangan”, ungkapnya.

Baca Juga :  Lapas Pancur Batu Ikuti Simposium Nasional Menuju Paradigma Baru Pemidanaan di Indonesia

Gilang menjelaskan, usai proses penanganan awal di bandara, jenazah langsung dibawa menuju Klinik Asrama Haji Medan untuk proses serah terima kepada pihak keluarga.

Serah Terima jemaah haji yang wafat kepada keluarga almarhumah Nurmalis di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan

Ia menambahkan, Garuda Indonesia memastikan bahwa jemaah haji yang wafat selama proses penerbangan memperoleh hak atas perlindungan asuransi penerbangan (extra cover) sesuai dengan ketentuan kerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Asuransi tersebut berlaku sejak keberangkatan dari embarkasi hingga proses debarkasi di Tanah Air.

“Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam proses angkutan haji, termasuk memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan maksimal dalam setiap situasi darurat mengacu pada regulasi penerbangan yang berlaku”, pungkasnya. (Mam)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News