Mata Berkaca-kaca Kenang Masa Belajar, Kajati Muhibuddin Beri Pesan Mendalam di Miftahussalam
DATAPOST.ID | MEDAN – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Abu Keumala, Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam Medan, Kamis (21/5/2026). Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, SH., MH, kembali mengunjungi tempat yang telah membentuk dasar pendidikannya dulu.
Kedatangan beliau dalam rangka menghadiri acara Wisuda ke-XVIII dan Wisuda Tahfidz ke-III ini sekaligus menjadi momen nostalgia yang mendalam, hingga tak kuasa menahan haru mengenang jejak masa sekolahnya.
Berlokasi di Jalan Darussalam, Kecamatan Petisah, sekolah ini menyimpan banyak kenangan bagi Kajati Muhibuddin. Dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, orang tua, dan pengurus yayasan, nada bicaranya bergetar dan matanya berlinang air mata saat bercerita tentang masa-masa belajar yang penuh perjuangan di tempat yang sama puluhan tahun silam.
“Saya bangga dan terharu bisa kembali ke sini. Setiap sudut bangunan ini mengingatkan saya pada suasana saat duduk di bangku sekolah. Anak-anakku sekalian, ingatlah satu hal: jika ingin meraih sukses, hadapilah kesulitan saat bersekolah. Karena dengan memenangkan kesulitan itu, niscaya kita akan mencapai kemudahan di masa depan,” ujar Muhibuddin dengan suara bergetar.
Beliau juga mengutip pesan bijak Al-Imam Asy-Syafi’i yang sangat melekat dalam hidupnya, “Barang siapa yang tak mau menelan pahitnya belajar sesaat, maka ia akan menelan kehinaan dan kebodohan sepanjang hidupnya.” Pesan ini disampaikan sebagai bekal utama bagi para lulusan agar tidak pernah menyerah menuntut ilmu, karena pendidikan adalah kunci kemuliaan dan masa depan.

“Kembali ke Sekolah Asal, Kajati Muhibuddin Menangis: Sukses Itu Dimulai dari Berani Menelan ‘Pahitnya Belajar'”
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam, Prof. Dr. Bustamisyam, MSME, menyambut kehadiran Kajati Muhibuddin dengan rasa syukur dan kebanggaan luar biasa. Menurutnya, keberhasilan Muhibuddin menempati jabatan tinggi sebagai Kajati Sumut adalah bukti nyata kualitas pendidikan dan bukti bahwa alumni yayasan mampu bersaing dan memberikan pengabdian terbaik bagi negara.
“Kehadiran Bapak Muhibuddin, salah satu putra terbaik kami yang kini menjabat Kajati Sumut, adalah kebanggaan luar biasa. Semoga ini menjadi inspirasi besar bagi seluruh anak didik kami, bahwa apa yang mereka pelajari di sini adalah bekal untuk menjadi pemimpin dan kebanggaan bersama di masa depan,” ungkap Prof. Bustamisyam.
Kunjungan ini bukan sekadar reuni masa lalu, melainkan momen berharga yang membuktikan bahwa dari sekolah inilah lahir sosok-sosok berintegritas yang kini mengemban amanah besar dalam penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. (Lubis)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan