Panggilan Suci Nabi Ibrahim, Pesan Penting dan Aturan Wajib Bagi Seluruh Jamaah Haji
DATAPOST.ID | MEDAN — Menjalankan ibadah haji merupakan jawaban atas seruan agung Nabi Ibrahim AS yang telah bergema ribuan tahun silam.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, saat melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 17 Embarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Senin dini hari (11/5/2026).
Khusus bagi jamaah yang mendaftar sejak tahun 2013 dan menunggu giliran selama sekitar 13 tahun, Zulkifli menegaskan keberangkatan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan jawaban nyata atas panggilan suci yang dikabulkan Allah SWT di waktu terbaik.
“Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, sebaik-baiknya, dan berbuah pahala serta predikat haji mabrur,” doanya.
Menurut Zulkifli, tanda utama kemabruran haji bukan hanya selesainya rukun dan wajib, melainkan perubahan perilaku yang dibawa pulang. Ibadah ini memiliki nilai sosial tinggi, yang tercermin dari kesalehan hati dan cara bersikap yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
“Tinggalkan sifat iri, dengki, benci, atau rasa tidak suka pada sesama. Itu dibenci Allah dan mengurangi keberkahan. Bawalah hati bersih, niat tulus, serta semangat bersaudara dan tolong-menolong dalam kebaikan,” pesannya tegas.
Selain bekal rohani, kepatuhan terhadap peraturan menjadi syarat mutlak, mengingat Arab Saudi memiliki norma dan aturan yang berbeda. Salah satu larangan keras yang wajib ditaati adalah dilarang mengambil gambar atau merekam video di tempat suci maupun terhadap warga setempat tanpa izin.
“13 Tahun Menanti, Kakanwil: Haji Bukan Hanya Wajib, Tapi Perubahan Sikap & Kepatuhan Aturan”
Zulkifli memberi contoh nyata: ada jamaah Indonesia yang sempat ditahan dan nyaris dideportasi hanya karena merekam warga Arab Saudi selama kurang dari 10 detik, padahal belum melaksanakan satu pun ibadah. Tindakan itu dinilai melanggar aturan, mengganggu ketertiban, dan mencoreng nama baik bangsa.
“Patuhi larangan ini agar perjalanan suci Bapak Ibu tetap aman, tenang, dan penuh berkah,” imbaunya.
Soal barang bawaan, ia mengingatkan agar tetap menggunakan tas standar penyelenggara dan tidak menambah muatan berlebih. Barang berlebih hanya akan menyulitkan pergerakan, berisiko tertinggal, dan justru membuat hal penting terlupakan. “Kepatuhan dan kedisiplinan adalah kunci kelancaran,” tegasnya.
Pada keberangkatan kali ini, mayoritas jamaah berasal dari Kota Medan, namun turut bergabung 5 orang dari Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk mempererat persaudaraan, Zulkifli meminta mereka berdiri sejenak guna disapa dan dikenal.
“Kehadiran saudara kita dari Serdang Bedagai melengkapi kebersamaan ini. Bukti nyata bahwa panggilan Allah menyatukan kita dari berbagai daerah menuju satu tujuan suci,” ungkapnya haru.
Acara pelepasan ditutup dengan harapan agar seluruh pesan menjadi pegangan, dilaksanakan sepenuh hati, dan seluruh jamaah nanti pulang kembali dalam keadaan sehat, selamat, serta berpredikat tamu Allah sebagai haji mabrur Mabrurrah. (Lubis)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan