Fadhlan Berangkat Haji Dampingi Ibunda, Menggantikan Niat Suci Almarhum Ayah
DATAPOST.ID | MEDAN – Momen keberangkatan ibadah haji tahun 2026 menyimpan kisah haru dan makna mendalam bagi Fadhlan, staf di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Perjalanannya ke Tanah Suci bukan hanya kewajiban agama sebagai rukun Islam kelima, melainkan sekaligus mewujudkan cita-cita sekaligus niat suci almarhum ayahnya yang telah mendaftar antrean haji sejak 31 Januari 2013 silam.
Saat itu diperkirakan giliran keberangkatannya jatuh pada tahun 2019, namun takdir Tuhan berkata lain, ayahnya berpulang ke rahmatullah tepat pada 12 Februari di tahun yang sama sebelum sempat menunaikan panggilan suci tersebut.
Di sela kesibukan persiapan menjelang keberangkatan malam ini, Fadhlan menceritakan bahwa keputusan dirinya berangkat kali ini merupakan hasil musyawarah seluruh anggota keluarga.
Setelah kepergian ayahanda, sepakatlah mereka menunjuknya untuk mengisi posisi antrean tersebut sekaligus bertugas menjadi pendamping setia ibunda selama menjalani seluruh rangkaian ibadah di tanah suci nanti.
Keduanya tergabung dalam Kelompok Terbang nomor 17, yang dijadwalkan lepas landas menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 3117 pada Senin pagi, 11 Mei 2026 tepat pukul 06.00 WIB dengan tujuan akhir Kota Suci Makkah.
“Bagi saya, kesempatan ini adalah anugerah sekaligus rezeki luar biasa yang tak ternilai harganya. Ada dua keberkahan besar yang saya rasakan sekaligus: pertama saya bisa melunasi janji dan mewakili langkah suci ayahanda yang tidak sempat terwujud, kedua saya diberi kesempatan mendampingi sosok paling mulia dalam hidup saya, ibunda tercinta — gerbang surga bagi kami anak-anaknya. Ini adalah momen yang akan terus terukir dalam ingatan hingga akhir hayat nanti,” ujarnya dengan nada suara yang menyiratkan perasaan haru dan syukur mendalam saat ditemui awak media, Minggu (10/5/2026) sore.
Melalui kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan menyentuh hati bagi siapa saja yang masih dikaruniai orang tua.
Menurutnya, bakti dan kasih sayang kepada keduanya adalah jalan paling utama untuk meraih doa serta keberkahan yang datang dari arah yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya.
Sebagai permohonan terakhir sebelum berangkat, Fadhlan memohon doa dari seluruh pihak agar perjalanan dan ibadah yang dijalani senantiasa diberi kemudahan, dijauhkan dari segala gangguan dan penyakit, serta dapat menyelesaikan seluruh kewajiban ibadah sesuai tuntunan syariat.
Tak lupa ia berharap dirinya dan ibunda bisa pulang kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan sehat walafiat, serta memperoleh predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh, amalnya diterima serta kesalahannya dihapuskan oleh Allah SWT. (Syam/Lbs)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan