DATAPOST.ID TUBAN–BOJONEGORO | Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani memperkuat sinergi pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tuban dan Bojonegoro. Dalam upaya memastikan akuntabilitas, Kejaksaan memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi “Jaga Dapur MBG” untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini bertujuan mengawal ketahanan gizi nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Program MBG dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas SDM dengan menyasar siswa, ibu hamil/menyusui, dan balita.

Dalam sambutannya, Jamintel menegaskan komitmen Kejaksaan untuk menjaga program ini agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. Kerjasama dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sebagai mata dan telinga di tingkat desa.

Baca Juga :  Kejari Gusit Didesak Tersangkakan Jika Ada Pihak Lain yang Terlibat Korupsi DD Tuhegeo II

ABPEDNAS menjadi mitra strategis untuk deteksi dini dan pengumpulan data. Kami juga mengedepankan pendekatan preventif, menyelesaikan masalah secara administratif sebelum masuk ke ranah hukum,” ujar Reda, Rabu (01/04/2026).

Jamintel mengungkapkan, salah satu langkah kunci yang ditonjolkan adalah penggunaan aplikasi “Jaga Dapur MBG“. Sistem ini berfungsi sebagai early warning system yang mampu memantau kualitas bahan pangan, kesiapan tempat pelayanan, hingga validitas penerima manfaat.

“Teknologi ini mendeteksi ancaman dan gangguan secara cepat, sehingga langkah korektif bisa segera diambil demi menjaga integritas program,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Kejaksaan.

Baca Juga :  Unggul Dengan Skor 77-56 Dari Jatim, Tim Basket Putri DKI Jakarta Sabet Medali Emas

“Dukungan intelijen dan aplikasi pemantauan ini memberikan rasa aman bagi kami dalam menjalankan operasional di lapangan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pemantauan di Tuban dan Bojonegoro menemukan dinamika terkait distribusi dan kesiapan sarana. Dengan sinergi ini, diharapkan seluruh kendala dapat segera diatasi demi kelancaran program strategis nasional.

Kehadiran aplikasi dan pengawasan ketat ini diharapkan menjadi jembatan kuat antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat dalam mewujudkan program MBG yang benar-benar memberikan manfaat dan kesejahteraan. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News