DATAPOST.ID | MEDANSebanyak 360 orang jemaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M telah tiba kembali dengan selamat di Tanah Air.

Pesawat pengangkut mendarat di Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (12/6/2026) pukul 21.55 WIB, kemudian rombongan dibawa ke Asrama Haji Medan untuk mengikuti acara penyambutan resmi yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj pukul 00.05 WIB.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kloter 10 terdiri dari 354 jemaah haji dan 6 orang petugas. Sebaran jemaah berasal dari Kabupaten Deli Serdang sebanyak 207 orang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan 146 orang, serta 1 orang asal Kota Medan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Asahan Sambut Jamaah Haji Kloter 7 di Medan: 234 Orang Sehat, Satu Masih Dirawat di Arab Saudi

Acara penyambutan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., pejabat daerah dari Deli Serdang dan Labuhanbatu Selatan, unsur Baznas, serta para pengurus PPIH dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenhaj Sumut menegaskan bahwa status haji mabrur tidak cukup hanya ditandai dengan keberhasilan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah. Lebih dari itu, kemabruran harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

“Ibadah haji tidak berakhir saat meninggalkan Tanah Suci. Nilai kebaikan, kesabaran, dan kepedulian yang didapat harus terus dipelihara dan diamalkan. Haji mabrur bukan sekadar gelar, melainkan perubahan nyata yang terlihat dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Menyita Uang Rp11,8 Triliun Dalam Perkara CPO Minyak Goreng

Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendampingi jemaah selama perjalanan, serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan. Sebagai bentuk penghargaan, diberikan selempang apresiasi kepada Ketua Kloter Liberni Berlian dan Dokter Kloter dr. Zakiyah Ulfa Huseini.

Sementara itu, dokter dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), dr. Riza Pahlevi, memberikan imbauan kesehatan. Ia meminta seluruh jemaah untuk melakukan isolasi mandiri selama 21 hari, menggunakan masker saat bertemu keluarga, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas.

Usai rangkaian acara, para jemaah menerima kembali paspor, air zamzam, dan barang bawaan sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing dengan suasana haru dan penuh rasa syukur. (Rill/***)

Baca Juga :  Hadiri Milad Ke-50 Tahun MUI, Kakanwil Kemenag Sumut Berharap Tetap Istiqomah Dalam Membina Umat Islam

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News