MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Sungguh tragis dan memilukan adanya peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Huta Toras, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (31/7/2025) pagi.

Dimana dalam peristiwa tragis ini, seorang anak berinisial ZN (32) diduga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri diketahui bernama Suharni (61), yang ditemukan tewas bersimbah darah didalam rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari warga, terduga pelaku usai melakukan aksinya datang ke sebuah warung kopi dalam kondisi berlumuran darah. Dan ZN bercerita bahwa ibunya telah tewas bersimbah darah di warung tersebut.

“Tolong bang, ibu saya telah tewas dirumah berlumuran darah, “ujar ZN. Kemudian sontak warga pun langsung menuju lokasi kejadian.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian : Dengan Pengalaman Mumpuni, Agus Fatoni Pantas Menjabat Pj Gubernur Sumut

“Tiba di lokasi, saya dan warga lainnya melihat korban bersimbah darah dan sejumlah luka tampak mengaga diduga akibat sayatan senjata tajam, ihh geri sekali bang, “ujar salah satu lewat sambungan telepon kepada wartawan.

Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh, SH, SIK melalui Kasi Humas, Iptu Bagus Seto, SH ketika dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa ini membenarkan, dan menuturkan bahwa hingga kini pihaknya masih mendalami motif peristiwa berdarah tersebut.

“Iya benar, seorang perempuan ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumah di Desa Huta Toras,”terang Iptu Bagus Seto.

Meski membenarkan kejadian tragis tersebut, Kasi Humas Polres Madina yang juga menjabat KBO Reskrim Madina ini enggan memberikan pernyataan secara gamblang, sebab, kasus ini masih dalam pendalaman oleh tim Polres Madina.

Baca Juga :  Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung Di Pakantan Ditetapkan Jadi “Tersangka”

“Untuk info lengkapnya, nanti kami kabarkan, saat ini kami masih bekerja,”sebutnya.

Sementara itu menurut keterangan warga terduga pelaku ZN yang merupakan anak kandung korban diketahui baru pulang dari dua bulan ini dari perantauan.

Dan saat peristiwa ini terjadi, korban dan terduga pelaku hanya tinggal berdua di dalam rumah. Sebab ayah terduga pelaku atau suami dari korban saat ini sedang melayat di rumah famili di kota medan. (*)