Seorang Wanita Dirudapaksa, Diduga Anggota Satpol PP Madina terlibat
MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID-Seorang wanita Warga Pidoli lombang, Panyabungan Kabupaten Madina berinisial SN (20) ‘diduga’ mengalami rudapaksa di Taman Raja Batu lingkungan perkantoran Bupati Madina Payaloting, rabu, (06/11/2024).
Kejadian yang diperkirakan sekitar Pukul 15:00 Wib itu telah dilaporkan korban dan salah satu pelaku telah diamankan Polres Madina ‘diduga’ kuat anggota Satpol PP Madina yang berstatus Honorer berinisial I.
Informasi yang dihimpun wartawan, selain diduga rudapaksa korban juga mengalami dugaan pemerasan yang dilakukan pelaku.
Kasatpol PP Madina Yuri Andri yang konfirmasi terkait informasi salah seorang anggotanya yang terlibat mengaku belum mengetahui hal tersebut.
“Saya tidak tau tentang hal tersebut. Belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian,” Kata Yuri melalui pesan Whatsapp, Kamis (07/11/2024).

Berdasarkan Laporan Polisi LP/B/318/XI/2024/SPKT. Polres Madina / Polda Sumut. Tanggal 07 November 2024 Pukul 07:50 Wib. Kronologis kejadian itu ada 4 (Empat) orang yang dilaporkan ke Polres Madina.
SN mendapatkan tindakan rudapaksa itu diruangan kosong di Desa Parbangunan kecamatan Panyabungan. 2 orang pelaku memaksa korban untuk menghisap kemaluan mereka.
Sementara, Satu orang pelaku memaksa korban membuka bajunya saat diruang kosong. Seterusnya, Satu pelaku tersebut berkata ‘Buka Pakaianmu Jika Ingin Selamat’, hingga terjadilah pemerkosaan itu yang dilakukan satu orang.
Pasca kejadian, korban diintimidasi untuk tidak melaporkannya pada kekasih nya berinisial Y. Akibat kejadian itu korban merasa takut dan merasakan sakit pada kemaluannya.
Korban SN bercerita, awalnya SN dan Y temannya tengah berbincang di Taman Raja Batu Rabu, (06/11/2024) Kemudian, 1 Pria datang yang mengaku warga Desa Parbangunan meminta uang keamanan Senilai Rp. 500.000. Namun, Y teman korban saat itu yang hanya mempunyai Rp. 200.000 dan disuruh mencari sisa uang itu.
Naas, saat Y mencari sisa uang itu, SN malah dipaksa melakukan perbuatan haram oleh Pria berinisial P yang mengaku warga sekitar. Alasan dimintai uang itu Kata SN untuk uang keamanan.
Sementara itu, Ishar Salah seorang keluarga korban yang mendampingi SN di Polres Madina berharap pada kepolisian untuk segera memproses laporan itu. SN kata Ishar telah melakukan visum di RSUD Madina pagi tadi.
“Harapannya para pelaku diproses secepatnya, dan dihukum dengan hukum yang berlaku. Karena, telah merugikan adek saya,”tegas Ishar kesal, Kamis, (07/11/2024). (*/Basid)

Tinggalkan Balasan