MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Di saat rumah sakit fokus ingin menjadi  rumah sakit rujukan, kondisi pengelolaan sampah justru terlihat amburadul di RSUD Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Pantauan wartawan, Rabu (06/05/2026), tumpukan sampah terlihat menggunung di bangunan TPS RSUD Panyabungan. Sampah plastik, botol infus, hingga limbah medis tercampur meluber keluar ruangan hingga ke tanah merah. Dan juga Dinding kotor, bekas tangan, dan sampah berserakan di halaman.

Padahal di samping tumpukan sampah itu berdiri tong sampah hijau bertutup. Namun tong itu kosong, sementara sampah dibiarkan menumpuk di dalam dan luar bangunan TPS.

Kondisi ini jelas melanggar Permenkes 7/2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Limbah medis infeksius wajib dipisahkan, ditutup rapat, dan diangkut maksimal 2×24 jam. Bukan dibiarkan menggunung dan terbuka seperti di foto.

Baca Juga :  Dipasok Dari Sungai Batang Gadis, Air RSUD Panyabungan Tercemar Aktivitas Pertambangan Ilegal

Terkait hal ini, Publik mendesak Bupati Saipullah Nasution segera melakukan sidak RSUD Panyabungan. Sebab limbah medis terbuka berisiko cemari air tanah dan jadi sumber penyakit baru.

Ket foto : Kondisi sampah menggunung di TPS RSUD Panyabungan, Rabu (06/05/2026). (Ist)

“Kalau TPS saja tak sanggup diurus, gimana mau layani pasien? Bupati harus evaluasi Dirut RSUD Panyabungan.”ungkap salah seorang keluarga pasien yang berada di sekitar rumah sakit.

Anehnya, RSUD Panyabungan kerap mensosialisasikan akan pentingnya menjaga kebersihan RSUD Panyabungan.

Sahnan Pasaribu selaku Dewan Pengawas Rumah Sakit dalam exposnya beberapa pekan lewat pernah mengatakan, ketersediaan fasilitas yang bersih sangat krusial mengingat RSUD Panyabungan kini telah dilengkapi peralatan medis modern, seperti Cathlab dan CT Scan 64 Slice. Kehadiran alat-alat canggih ini harus diimbangi dengan lingkungan rumah sakit yang higienis.

Baca Juga :  Sengketa Lahan PT RPR dan PT PR, Ketua DPRD Madina : Pemerintah Harus Segera Evaluasi Seluruh Areal Perkebunan

Sementara Fakta dilapangan seolah bertolak belakang dengan kondisi yang ada. RSUD Panyabungan seolah melakukan pembiaran terhadap sampah yang menumpuk di areal runah sakit.

Hingga berita ini tayang,  Dirut RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan hingga berita ditayangkan belum merespons konfirmasi wartawan soal tumpukan sampah dan rencana pembenahan TPS. (*)