MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia.

Aktifitas PETI di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali, tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak membuat para mafia PETI jera dan menghentikan aktivitasnya.

Bahkan razia beberapa hari yang lalu pun tampaknya tidak menunjukkan hasil. Hal ini terbukti di Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, masih terdapat dua unit Excavator PETI di kawasan ini.

Menurut warga, desa ini berada di kawasan TNBG. PETI ini pun diduga diback up oleh oknum Koramil Kotanopan dan juga diketahui oleh Kepala Desa serta Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).

Baca Juga :  Terkait Stunting Madina, PW IPA Sumut Aksi Kedua Minta Wakil Bupati Madina Ditangkap

“Benar bang. Masih beroperasi di desa Batahan, Kecamatan Kotanopan. Ada dua excavator. Satu excavator diduga milik dan didanai oleh Putra,” ungkap warga desa Batahan yang tak ingin namanya dipublikasikan, Jum’at (18/07/2025).

Ket foto : oknum A ketika menerima 13 persen untuk jatah Kades dan BPD dari mafia PETI. (Ist)

Selain itu, informasi dari warga juga menjelaskan bahwa, kegiatan PETI ini diduga kuat di back up oleh dua orang oknum dari Koramil Kotanopan. Mereka yang menjamin keamanan dari para mafia PETI ini beraktivitas.

“Ada dua orang bang infonya yang back up. Dua-duanya oknum dari Koramil Kotanopan. Oknum Koramil ini pun diduga terima 3 persen. Bahkan solar pun mereka yang menyiapkan,”ungkapnya.

Menurut Warga, dua oknum Koramil ini berinisial DT dan M. Dua oknum ini menjadi payung hukum bagi mafia PETI di kawasan ini.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Unpekom Regional I Sesuai Aturan

Bahkan sambungnya, mereka berdua (oknum koramil) juga mengatakan kalau untuk urusan dengan Polisi, sudah di back up dari pihak Kasat Reskrim Polres Madina.

“untuk Kepala Desa dan BPD pun sudah diamankan mereka sebesar 12 persen,” tutupnya.

Sementara itu Kepala balai TNBG Madina, Agusman, S.P, M. Sc ketika hendak dikonfirmasi terkait maraknya aktifitas PETI di kawasan TNBG yang ada di Kecamatan Kotanopan menyatakan akan segera kelokasi untuk melakukan pengecekan.

”terima kasih informasinya pak, tim kita akan segera turun kelapangan melakukan pengecekan,”jawabnya diujung seluler, Jum’at (18/07/2025) malam. (*)