DATAPOST.ID | MEDAN – Di tengah kesibukan dan keramaian menjelang pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Kelas 1 Medan, tersaji pemandangan menyentuh hati yang sering kali tidak menjadi sorotan. Terlihat seorang pejabat tinggi kepolisian tampak tenang sambil tersenyum ramah, perlahan mendorong kursi roda yang ditumpangi para jamaah haji lansia menuju Aula Madinatul Hujjaj sebagai ruang tunggu keberangkatan menuju Tanah Suci.

Ia adalah AKBP H. Herwansyah, yang dipercaya sebagai Kepala Bidang Keamanan Pemberangkatan dan Pemulangan jamaah haji Embarkasi Kelas I Medan yang bertugas di Polda Sumatera Utara.

Tugas yang dilakukannya tampak sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam meskipun dilakukan dengan mengenakan seragam dinas resmi. Di setiap gerak langkah dan putaran roda yang berjalan perlahan, tersimpan nilai kesabaran, ketelatenan serta keikhlasan yang tidak dimiliki semua orang.

Tahun ini, ia kembali dipercaya sebagai penanggung jawab keamanan dan pelayanan di Asrama Haji Medan, mengawasi seluruh proses mulai dari kedatangan hingga keberangkatan dan nantinya pemulangan seluruh rombongan jamaah haji asal wilayah Sumatera Utara.

Sebelumnya, di musim haji tahun 2023 dan 2024, AKBP H. Herwansyah juga dipercaya menjabat posisi yang sama, namun berhenti sementara di tahun 2025, saat itu ia menjadi Tamu Allah, sebagai jamaah haji menunaikan Rukun Islam kelima. Dan kini kembali diberi amanah oleh Pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk memikul tanggung jawab mulia ini.

Baca Juga :  Hingga Sore ini, 5.200 Jemaah Calon Haji Asal Sumut Dinyatakan Lunas BIPIH Reguler 1446 H

Bagi sebagian pejabat yang telah menyandang pangkat tinggi, tindakan membantu dan mendorong kursi roda bukan sekadar bagian dari tugas kedinasan semata. Ia menganggap segala bentuk pelayanan kepada para tamu Allah sebagai sarana beribadah dan kesempatan berharga untuk mengumpulkan pahala.

“Kuncinya hanya satu, lakukan dengan ikhlas, sabar, dan tidak mengharapkan balasan apa pun dari manusia,” ujarnya tegas namun lembut.

AKBP H. Herwansyah membantu jamaah lansia menaiki bus pemberangkatan menuju Bandara Kualanamu

Prinsip tersebut terbukti nyata dalam setiap tindakannya. Ia tidak segan-segan membantu jamaah lansia naik ke kendaraan pengangkut, mengantar mereka menuju ruang pemeriksaan kelengkapan dan dokumen, hingga memastikan posisi duduk serta keadaan fisik mereka benar-benar nyaman dan tenang sebelum melanjutkan perjalanan.

Meskipun memiliki tugas pokok untuk mengatur dan mengawasi seluruh anggota kepolisian yang bertugas, serta mengendalikan sistem keamanan di seluruh kawasan asrama, ia tetap menyempatkan diri turun langsung melayani, bahkan tidak pernah mengeluh meski harus bergerak terus dari satu tempat ke tempat lain seharian penuh. Tidak ada rasa malu atau rasa berkedudukan tinggi yang menghalanginya untuk mendekati dan membantu siapa saja yang membutuhkan.

Baca Juga :  45 Menit Seberangi Danau Toba, Penyuluh Agama KUA Lumban Julu Jangkau Umat di Desa Terpencil Sibaruang

“Apapun tugas yang diserahkan kepada saya, selama itu bertujuan untuk kebaikan dan kelancaran urusan bersama, akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, secara profesional dan tulus dari hati,” tambahnya.

Dalam memimpin anggotanya pun ia dikenal selalu menyampaikan arahan dengan nada bicara yang santun, disertai senyuman dan kesabaran tinggi, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis sekaligus pelayanan yang ramah bagi seluruh jamaah yang datang.

Ia juga paham betul bahwa kelompok jamaah lansia membutuhkan perhatian lebih dibandingkan kelompok lain. Di samping bantuan fisik yang dibutuhkan, mereka juga memerlukan ketenangan jiwa, perhatian khusus serta keyakinan bahwa mereka tidak sendirian dalam menempuh perjalanan suci ini, dan masih banyak pihak yang bersedia menolong dengan tulus demi keberhasilan ibadah mereka.

Baca Juga :  Dirjen Ian Heriawan Pastikan Jemaah SUB 16 Aman Terbang, Kini Tiba Selamat di Madinah

Menjelang keberangkatan rombongan terakhir Embarkasi Medan, yakni Kloter 17, AKBP H. Herwansyah menyampaikan doa yang sederhana namun menyentuh hati. Ia berharap seluruh jamaah, terlebih mereka yang sudah berusia lanjut yang pernah ia dampingi dan bantu, dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci tanpa hambatan, senantiasa dalam keadaan sehat dan selamat, serta pulang kembali ke kampung halaman dengan predikat haji Mabrur Mabrurrah dan segala amalnya diterima menjadi amal kebaikan yang kekal.

“Semoga segala rasa lelah, pikiran dan tanggung jawab yang kami curahkan selama masa tugas ini dicatat sebagai amal semata-mata karena Allah SWT, serta membawa manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat maupun para tamu Allah yang kami layani,” tutupnya dengan harapan tulus.

Tindakannya menjadi bukti nyata, bahwa pengabdian terbaik tidak selalu harus terdengar luas atau terlihat megah, namun sering kali terletak pada perbuatan-perbuatan kecil yang dilakukan dengan hati paling ikhlas. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News