Kakanwil Kemenag Sumut: Masa Depan Harus Diperjuangkan
DATAPOST.ID | MEDAN – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut), H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., menghadiri acara Tasyakuran dan Pelepasan siswa-siswi kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAPN) 4 Medan.
Dengan mengusung tema: “Masa Lalu Jadi Kenangan, Masa Depan Jadi Perjuangan”, kegiatan pelepasan tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru di lingkungan MAPN 4 Medan, Rabu (13/5/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi, Kakan Kemenag Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, MA, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, Camat Labuhan Deli, Kepala MAPN 4 Medan Dr. Syarifuddin, S.Pd.I, MA, jajaran wakil kepala madrasah, para guru, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Momentum pelepasan inipun menjadi wujud rasa syukur atas keberhasilan para siswa menamatkan pendidikan di jenjang menengah atas.

Dalam sambutannya, Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat belajar yang ditunjukkan seluruh lulusan selama menempuh pendidikan.
Ia berpesan agar nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia yang ditanamkan selama ini senantiasa terjaga dan dibawa ke jenjang kehidupan selanjutnya.
“Masa-masa belajar di madrasah ini akan menjadi kenangan indah dan berharga. Namun setelah hari ini, kalian akan menghadapi tantangan baru yang menuntut kerja keras, disiplin tinggi, dan semangat berjuang agar mampu meraih masa depan yang lebih baik dan membanggakan,” ujar Ahmad Qosbi.

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Sumut memotivasi para lulusan untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi.
Menurutnya, kedewasaan seseorang tidak hanya dinilai dari usia, tetapi dari keberanian mengambil keputusan demi masa depan dan keinginan terus meningkatkan kualitas diri.
“Pendidikan adalah investasi terbesar untuk masa depan. Orang yang dewasa berpikir akan selalu peka melihat peluang dan terus belajar demi memperbaiki kualitas hidupnya,” tuturnya.
Selain pendidikan tinggi, Ahmad Qosbi juga menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi dan rasa percaya diri yang kuat.
Generasi muda, katanya, harus memiliki mental berani, mandiri, dan yakin akan kemampuan diri sendiri dalam menghadapi persaingan zaman.
“Dewasa itu bukan sekadar angka usia, melainkan bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab atas diri sendiri, mandiri secara ekonomi, serta percaya diri penuh dalam meraih cita-cita dan menjalani kehidupan,” tambahnya.
Acara pelepasan diisi dengan serangkaian kegiatan religi dan seni, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan kreativitas siswa, pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi, hingga prosesi pelepasan secara simbolis.
Suasana haru terasa mendominasi saat para siswa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan mendalam kepada para guru serta orang tua yang telah mendampingi, membimbing, dan mendoakan sepanjang perjalanan pendidikan mereka.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa belajar di madrasah, sekaligus menjadi gerbang awal perjuangan baru menuju jenjang pendidikan dan kehidupan yang lebih tinggi dan bermakna. (HMS/Red)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan