Coffe Morning, SMSI Madina Minta Bupati Koreksi Diskominfo
MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Saat acara coffe morning bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di pujasera Lea Garden Kelurahan Dalan lidang, Selasa (02/09/2025). Serikat Media Siber Indonesia Mandailing Natal (SMSI Madina) meminta Bupati H Saipullah Nasution agar melalukan koreksi ke Dinas Kominfo.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua SMSI Madina, M Syawaluddin ketika sesi dialog yang dihadiri Bupati Madina, H Saipullah Nasution, Ketua DPRD H Erwin Efendi Lubis SH, Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh SH SIK, Dandim 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Nurcahyo, S.S., M.M., Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala BNNK Madina dan sejumlah Pemuka Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Ormawa.
Dalam forum tersebut, Syawaluddin pun menyampaikan agar semua masyarakat pandai menyaring informasi yang beredar di media sosial, serta harus dapat membedakan mana media sosial dan media pers resmi yang berbadan hukum serta dapat dipertanggung jawabkan isi beritanya.
“Masyarakat harus mulai diberikan pemahaman perbedaan media sosial dan media pers resmi yang berbadan hukum, serta dapat memilah berita yang dapat dipertanggung jawabkan,”terangnya.
Pada kesempatan ini, M Syawaluddin juga meminta Bupati Madina segera mengkoreksi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) khususnya Bidang Pengolahan Data dan Informasi yang menerapkan pengkotak – kotakan Wartawan di Kabupaten Madina.
“Diminta Kepada Bupati Madina untuk mengkoreksi Diskominfo khususnya Bidang Pengolahan Data dan Informasi yang telah menerapkan pengkotak – kotakan wartawan, sebagai mana sudah terjadi,”tegas M Syawaluddin mengakhiri.

Sementara itu Bupati Madina H Saipullah Nasution memaparkan bahwa akibat dari dampak kerusuhan dan stabilitas politik di Indonesia sangat berdampak kepada perputaran ekonomi, dimana nilai tukar Rupiah ke Dollar Amerika (US) anjlok ke kisaran Rp 16.500 per Satu Dollar US. yang tentunya menyebabkan semakin parahnya ekonomi Indonesia.
“Dari dampak kerusuhan yang terjadi dapat kita lihat bersama nilai tukar Dollar semakin anjlok kekisaran Rp 16.500,- Per Dollar, sehingga berdampak kebeberapa produk kebutuhan pokok yang Kita harus impor,”sebutnya.
Diketahui, kegiatan coffe morning yang dihadiri oleh Forkopimda ini dilakukan dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dampak dari kerusuhan yang diakibatkan adanya pihak-pihak yang memprovokasi aksi damai mahasiswa diberbagai penjuru Republik Indonesia.
Dan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh masyarakat Kabupaten Madina dapat saling menjaga agar khamtibmas tetap terjaga baik. (Basid)

Tinggalkan Balasan