Data Akurat Kunci Utama Merawat Kerukunan, Sumut Raih Skor 81,56
DATAPOST.ID | MEDAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut, Ahmad Qosbi, S.Ag.,MM, menegaskan ketersediaan data yang sahih dan terukur menjadi dasar mutlak bagi penyusunan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam upaya menjaga kedamaian dan persatuan antarumat beragama.
Pernyataan itu disampaikannya saat hadir dan menjadi pembicara utama dalam acara siaran bincang santai di lingkungan Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (11/5/2026).
“Informasi yang akurat memungkinkan pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan seperti Forum Kerukunan Umat Beragama mengetahui secara jelas letak potensi permasalahan, tingkat keharmonisan yang sudah terbangun, serta kebutuhan nyata yang diperlukan masyarakat,” ujarnya.
“Berbekal gambaran tersebut, berbagai langkah pencegahan maupun program penyadaran dapat disusun dan dilaksanakan secara efektif, efisien dan tidak asal-asalan,” tambahnya.
Ahmad Qosbi mengungkapkan, sesuai hasil pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025, Provinsi Sumatera Utara mencatatkan angka 81,56 — nilai yang lebih tinggi dibanding capaian tahun sebelumnya dan menempatkan Sumatera Utara pada peringkat ke-10 secara nasional.
“Angka ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat dengan latar belakang keyakinan yang beragam mampu hidup berdampingan secara damai, saling menghormati dan saling mendukung. Besar harapan, nilai tersebut akan terus naik seiring konsistensi pelaksanaan berbagai program pemeliharaan kedamaian di seluruh wilayah,” tegasnya
Ia juga mengatakan, salah satu langkah unggulan yang terus dikembangkan sejak tahun 2020 adalah pembentukan Desa Sadar Kerukunan, hasil kerja sama erat antara kementerian agama, pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam FKUB. “Program ini bertujuan menanamkan nilai toleransi mulai dari lingkungan tempat tinggal paling dasar, sehingga semangat persatuan tumbuh dan mengakar kuat di hati setiap warga,” jelas Ahmad Qosbi.
Selain itu, lanjut Qosbi, sistem peringatan dini juga telah disiapkan dan dijalankan secara terus-menerus. Melalui sistem ini, seluruh penyuluh agama serta petugas kantor urusan agama di daerah melaporkan perkembangan situasi secara langsung dan berkala.
“Data tersebut kemudian diolah untuk mendeteksi sejak awal segala hal yang berpotensi memicu perselisihan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ahmad Qosbi menyampaikan penghargaan dan terima kasih mendalam kepada pihak BPS Sumatera Utara yang selama ini menjadi mitra andalan dalam penyusunan dan verifikasi data.
Ia berharap ikatan kerja sama yang sudah terjalin baik ini dapat terus ditingkatkan, agar informasi yang dihasilkan senantiasa berkualitas tinggi, dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan serta kedamaian masyarakat luas.
Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama dan Pelayanan Konghucu, Ibnu Mufid serta Ketua Tim Kerja Humas, Komunikasi Publik, Data dan Informasi, Imam Mukhair. (HMS/Red)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan