Ketua PPIH Embarkasi Medan Ingatkan Jamaah: Jangan Sampai Dideportasi Hanya Karena Video 15 Detik
DATAPOST.ID | MEDAN – Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus menyampaikan peringatan tegas dan mendasar kepada jamaah haji Kloter 15 sebelum diberangkatkan. Sebagai gelombang keberangkatan kedua yang sudah mengenakan pakaian ihram, jemaah diingatkan untuk memegang teguh aturan Kerajaan Arab Saudi serta menjaga nama baik bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
Pesan tegas disampaikan terkait kedisiplinan dan kepatuhan hukum di negara tujuan, mengingat perbedaan adat istiadat dan peraturan yang sangat ketat dibandingkan di Indonesia.
Poin utama yang ditekankan adalah larangan keras mengambil gambar atau merekam video sembarangan di tempat umum maupun kawasan suci. Ketua PPIH mencontohkan kasus nyata yang baru saja terjadi sebagai pelajaran berharga.
“Kemarin ada kejadian nyata dari jemaah daerah lain, saya tidak sebutkan asalnya. Beliau merekam video seorang wanita Arab, durasinya cuma 15 detik saja. Tapi akibatnya sangat fatal: ditangkap pihak berwenang, didenda mencapai 500 Riyal, dan akhirnya dideportasi pulang ke tanah air sebelum sempat menyelesaikan ibadah haji,” ucap Zulkifli di hadapan ratusan jemaah Kloter 15, Jumat (09/05/2026) malam.
Ia menegaskan, begitu kaki Bapak dan Ibu menginjakkan tanah suci, identitas jemaah bukan lagi sekadar warga Sumatera Utara, melainkan mewakili seluruh rakyat Indonesia.
“Perilaku Bapak dan Ibu adalah cerminan nama baik bangsa. Jangan sampai nama Indonesia jadi jelek dan dicemooh negara lain hanya karena kelalaian kecil atau ketidaktahuan aturan,” tegasnya.
Sudah Berihram, Pastikan Kesempurnaan Ibadah
Karena Kloter 15 merupakan gelombang kedua, seluruh jemaah sudah berangkat dalam keadaan memakai pakaian ihram. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat, mengingat masih ditemukan pelanggaran dasar pada keberangkatan sebelumnya.
“Masih ada yang pakai sepatu? Masih ada yang pakai kaos atau pakaian berjahit? Kemarin saja ada laporan, jemaah sudah sampai di Bandara Jeddah, sudah berniat ihram, tapi masih ada yang memakai sepatu. Hal sekecil ini bisa merusak kesempurnaan ibadah kita,” imbaunya.
Ketua PPIH mengajak seluruh jemaah membayangkan keindahan momen wukuf di Arafah nanti, saat semua berdiri berjajar dengan pakaian putih bersih, menyimbolkan kesucian hati dan persamaan derajat di hadapan Allah SWT.
“Ibadah haji sarat ujian dan tantangan. Itu cara Allah mendidik kita agar sabar dan taat. Maka jauhkan sifat fasik, jangan berbantah-bantahan, hindari keributan. Jaga semua larangan Allah, supaya kita pulang nanti membawa predikat Haji Mabrur,” tambahnya.
Pengawasan Ketat Selama Perjalanan
Guna memastikan semua arahan dipatuhi, Kepala Bidang Pembinaan Ibadah Haji (KBIHU), Pak Edi, beserta seluruh Pemimpin Ibadah ditugaskan khusus untuk terus mengawasi, mengingatkan, dan membimbing jemaah selama dalam perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci.
Pelepasan Kloter 15 menjadi bukti kesiapan dan kedewasaan jemaah Sumatera Utara dalam memahami nilai ibadah sekaligus tanggung jawab kebangsaan. Dengan bekal disiplin tinggi, kesabaran, dan kesadaran menjaga kehormatan bangsa, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar, sempurna, dan kembali ke tanah air sebagai tamu Allah yang bersih dari segala dosa. (Lubis)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan