Tak Hadiri Pesta Warganya, Kades Hilisebua Kec.Gido Dinilai Mau Disembah-Sembah
Datapost.Id, Nias – Kepala Desa Hilisebua, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, dinilai tidak adil dan diskriminatif terhadap warga desanya.
Penilaian dan kekecewaan warganya itu terjadi usai kades tidak menghadiri acara pesta salah satu warganya anak seorang janda yang dilangsungkan pada 02 Mei 2026.
“Memang ada sedikit kesilafan keluarga, dimana terlambat mengundangnya namun sudah datang dirumahnya untuk minta maaf, ” ucap Makmur Gulo salah satu keluarga.
Dijelaskan, sebelumnya sudah dipercayakan kepada kepada saudara laki-laki dari pengantin perempuan untuk datang mengundang Kades. Namun, karena kesibukan sehingga ianya lupa untuk datang.
Tambahnya, satu hari sebelum pesta salah satu keluarga dari penganten yaitu ama Dinta Gulo yang juga sebagai sekretaris BPD Hilisebua, berkomunikasi kepada Kades melalui via WhatsApp dan meminta untuk datang dirumah kades meminta maaf. Dan kades menjawab, jangan datang karena tidak penting dan tidak diharapkan.
“Tak menghiraukan pernyataan kades itu, satu hari sebelum pesta, Sekretari BPD bersama ibu penganten perempuan datang dirumahnya dan meminta maaf, dengan harapan supaya esoknya di Pesta dari pemerintahan desa bisa hadir.
Kekecewaan keluarga makin mendalam ketika pas acara, meja yang sudah disiapkan untuk Kades kelihatan kosong karena kepala desa atau mewakili belum hadir.
” Kebetulan saya yang bawa acara pada saat itu, dan karena tidak ada kades, saya panggil Kasi pemerintahan untuk mewakili, dimana pada saat pesta ianya sudah di undang oleh keluarga. Memang tak beretika, Spontan dia jawab, saya tak berani karena kepala desa sudah menyampaikan sama kami, jangan coba-coba mewakili Kepala Desa untuk arahan dan bimbingan, “ucap Makmur menirukan ucapan Kasi Pemerintahan.
Beberapa hari setelah pesta, Makmur Gulo berkomunikasi kepada Kades lewat chat WhatsApp, dan kepala Desa mengakui bahwa jika pihak keluarga sudah datang dirumah namun ianya tak bisa hadir karena adanya acara yang sudah terjadwalkan sebelum undangan, dan perangkat Desanya juga tak ada yang mau hadir.
“Menurut saya, alasan kades itu kurang tepat, jika pun kades ada kesibukan lain, kan ada perangkat Desa atau paling rendah RT/RW dia perintahkan. Jika jawaban kades itu bahwa tak ada perangkatnya yang mau hadir, maka menurut saya harga diri sebagai kepala Desa itu tidak ada, masa perintahnya ditolak oleh anggotanya.?. Efek dari ketidak hadiran pemerintah desa saat itu menimbulkan penilaian buruk orang banyak, baik terhadap keluarga maupun kepada pemerintah Desa karena saat itu arahan dan bimbingan dari kepala desa tidak ada, “ujar Makmur dengan nada senyum.
Sumardin Gulo, yang merupakan keluarga simpangkalan sekaligus sebagai sekretaris BPD Hilisebu, ia menilai Kepala desa tidak menghargai undangan dari keluarga apalagi sudah minta maaf melalui W.A dan juga datang langsung kerumah bersama orang tua dari pengantin perempuan.
“Harusnya jangan membeda-bedakan warga, dan secara penilaian pribadi saya pemimpin seperti itu tidak patuh dicontoh, dan berharap tidak akan terulang lagi sikap seperti ini kepada masyarakat Desa yang lain, ” terangnya.

Tinggalkan Balasan