DATAPOST.ID | MEDAN – Sebanyak 359 jemaah calon haji Kloter 14 Embarkasi Medan tiba dan mulai menjalani serangkaian proses administrasi di Asrama Haji Medan, Rabu (6/5/2026). Kloter ini merupakan bagian dari Gelombang Kedua yang memiliki keistimewaan, yaitu akan langsung diberangkatkan menuju Kota Makkah, tidak transit ke Madinah.

Jemaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah, antara lain Kota Medan 209 orang, Kabupaten Simalungun 89 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 53 orang, Deli Serdang 2 orang, dan Kota Pematangsiantar 1 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menyambut kedatangan para jemaah dan langsung menekankan dua hal krusial: keamanan data pribadi dan kemudahan fasilitas keberangkatan.

“Selamat datang Bapak dan Ibu. Sejak detik ini, Bapak dan Ibu sudah memasuki titik pusat penyelenggaraan keberangkatan. Segera ikuti proses pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan barang, pembagian paspor, gelang identitas, hingga Kartu Nusuk,” ujar Zulkifli dalam arahannya di Aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan. 

Kakanwil Kemenhaj Sumut Zulkifli Sitorus bagikan Kartu Nusuk kepada Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) di Aula Jabal Nur. datapost.id/Awaluddin Lubis

Peringatan Keras: Jaga Kartu Nusuk

Kakanwil Zulkifli Sitorus menegaskan bahwa Kartu Nusuk kini menjadi syarat mutlak bagi seluruh jemaah haji dunia untuk bisa masuk ke tempat-tempat suci, mulai dari Masjidil Haram, area wukuf di Arafah, hingga Madinah.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara Ke-79, Satlantas Polres Nias Gelar Minggu Kasih di Gereja BNKP Onozikho

“Kartu ini jangan sampai hilang. Kalau hilang, proses pembuatannya bukan di Indonesia, tapi di Arab Saudi. Bisa-bisa sampai Bapak dan Ibu pulang ke tanah air, kartu penggantinya belum selesai,” tegasnya.

Selain itu, kartu ini menyimpan data sensitif seperti identitas diri, layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Oleh karena itu, ada larangan keras mempublikasikannya di media sosial.

“Jangan difoto lalu disebar di Facebook atau TikTok. Kalau discan orang tidak bertanggung jawab, data bisa dicuri dan disalahgunakan. Cukup difoto sendiri saja sebagai arsip pribadi, jangan di-share,” imbaunya.

Zulkifli juga menyarankan agar kartu selalu dikalungkan di leher, kecuali saat mandi agar tidak rusak terkena air.

Baca Juga :  Wabup Atika Antarkan 342 Jemaah Haji Madina, Didampingi Chandra Lubis dan 11 Armada ALS

Fasilitas Baru: Lewat Gate Internasional

Kabar gembira lainnya, tahun ini akses menuju pesawat jauh lebih nyaman dan aman. Jemaah tidak lagi melalui terminal kargo dan menaiki tangga manual yang tinggi.

“Tahun ini Alhamdulillah berbeda. Nanti dari bus langsung menuju Gate Internasional 1. Dari sana akan naik lift atau eskalator (tangga berjalan) menuju pesawat,” jelas Zulkifli.

Bagi jemaah yang merasa takut atau ragu menggunakan fasilitas tersebut, dimohon segera meminta bantuan petugas yang berjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Wajib Lolos Pemeriksaan Kesehatan

Sebelum dinyatakan bisa terbang, seluruh jemaah tanpa terkecuali wajib melewati tahapan pemeriksaan kesehatan.

“Nanti akan diperiksa apakah layak terbang atau tidak. Kita berdoa semuanya dinyatakan sehat dan layak untuk berangkat menunaikan ibadah,” pungkasnya.

Dengan segala kemudahan fasilitas dan aturan keamanan yang diterapkan ini, diharapkan seluruh jemaah Kloter 14 dapat merasa aman, nyaman, dan fokus penuh mempersiapkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. (Lbs)

Baca Juga :  Idul Adha 1447 H: Kemenag Kota Medan Sembelih 21 Ekor Sapi, Wujud Syukur dan Kepedulian Pegawai kepada Masyarakat

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News