Gelombang Pertama Berakhir, Kloter 13 Berangkat ke Madinah, Kloter 14 Langsung ke Makkah
DATAPOST.ID | MEDAN – Proses keberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan berjalan sangat lancar dan tertib. Hari ini, Selasa (5/5/2026), menjadi penutup Gelombang Pertama dengan kedatangan jemaah Kloter 13 yang akan diberangkatkan menuju Madinah. Sementara itu, akan dimulai Gelombang Kedua melalui Kloter 14 yang rutenya langsung menuju Mekkah.
Demikian disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, memaparkan perkembangan terkini pelayanan dan kondisi jemaah.
“Alhamdulillah lancar. Jemaah diperiksa kesehatannya, seluruh keperluan administrasi seperti paspor, gelang identitas, tiket, dan Kartu Nusuk sudah lengkap dan dibagikan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujarnya saat diwawancarai beberapa media di Aula Jabal Nur, Selasa (05/05/2026) sekira pukul 15.10 WIB.
Perbedaan Rute Gelombang 1 dan 2
Dijelaskan, hari ini jemaah Kloter 13 yang hadir akan diberangkatkan menuju Madinah. Sedangkan untuk Kloter 14 yang akan masuk besok, mereka masuk dalam kategori Gelombang Kedua yang akan langsung diberangkatkan dari Kualanamu menuju Makkah.
“Sudah ada edaran dari Kementerian Haji dan Umrah, bahwa jemaah Gelombang 2 nanti sudah disiapkan Tendrom (baju ihram) langsung di embarkasi. Jadi nanti tinggal ambil Miqot-nya saja,” tambahnya.
Kondisi Penerbangan dan Jemaah
Hingga saat ini, seluruh rangkaian berjalan tanpa hambatan berarti. Pesawat Garuda Indonesia pun dipastikan on time tanpa keterlambatan (delay).
“Alhamdulillah berkat doa jemaah dan dukungan semua pihak, panitia bekerja maksimal. Pantauan kami di Madinah pun, jemaah dalam keadaan baik. Kemarin ada yang sempat sakit tapi sudah sehat dan bergabung kembali ke kloter di Mekkah,” ungkapnya.
Data Jemaah yang Tidak Berangkat
Terkait jemaah yang batal atau menunda keberangkatan, Zulkifli memaparkan ada beberapa kasus.
“Ada yang namanya Open Seat, yaitu beberapa orang yang memang sejak awal sebelum masuk asrama sudah tidak bisa berangkat karena sakit, seperti stroke dan penyakit berat lainnya. Sementara yang sudah sampai di asrama, ada 5 orang yang menunda keberangkatan,” jelasnya.
Kelima orang tersebut menunda karena faktor kesehatan pasangannya. Ada kasus istri sakit maka suami ikut menunda, atau sebaliknya, demi menjaga satu sama lain sesuai aturan asuransi (Polis).
Selain itu, sambung Zulkifli, ada juga kasus jemaah yang mengalami dimensia dan gangguan kesehatan lain yang dinyatakan tim medis tidak layak terbang, sehingga harus dipulangkan atau ditunda.
Dengan sistem yang sudah berjalan efektif dan armada yang tepat waktu, diharapkan sisa keberangkatan gelombang pertama dan awal gelombang kedua nanti dapat berjalan lancar, aman, dan penuh berkah. (Lbs)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan