Sambangi Kantor, Tim GSC Kecewa Tak Juga Ketemu Bupati
MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Untuk kesekiankalinya Tim Gordang Sambilan Center (GSC) menyambangi kantor Bupati guna bertemu H Saipullah Nasution, namun harus menelan kekecewaan.
Pantauan wartawan dikantor Bupati Madina, Kamis (30/04/2026) sekira pukul 11.00 wib. Kedatangan Tim GSC langsung dipimpin Ketua Tim GSC Miswaruddin Daulay. Namun upaya mereka kandas, sebab Bupati Madina H Saipullah Nasution sedang tidak berada di kantor.
“Harus dijadwalkan dulu Pak kalau mau bertemu Pak Bupati dan kebetulan Pak Bupati juga sedang tugas luar kantor,” kata seorang staf di ruang tunggu menjawab pertanyaan Tim GSC.
Menyikapi hal itu, Miswaruddin Daulay mengaku kecewa berat. Sebab ini bukan kali pertama mereka datang, tapi selalu gagal bertemu orang nomor satu Bumi Gordang Sambilan itu.
“Ya kaki sangat kecewa, karena kedatangan kami sudah kesekian kalinya. Kekecewaan itu jelas, panjangnya birokrasi untuk bertemu dengan Kepala Daerah,” sebut Miswar ke wartawan.
Ia bahkan menyebut birokrasi era Saipullah paling sulit sepanjang sejarah Madina. “Sejak berdirinya Kabupaten Madina, birokrasi zaman kepemimpinan Saipullah Nasution selaku bupati lah yang paling sulit apabila hendak bertemu.”ujarnya.
“Bersyukurlah pada kami yang dibuat, kalau pada masyarakat lain yang kurang mengerti birokrasi kan pandangan negatif,” sindirnya lagi.
Miswar menegaskan, utang yang mereka tagih adalah “utang Pilkada”. Kasus ini sudah jadi bola panas di ranah hukum.
Saipullah lewat kuasa hukumnya lebih dulu melaporkan TGSC ke Polda Sumut karena menganggap tuntutan mereka tidak benar. Tak tinggal diam, TGSC balik melaporkan Saipullah ke Polres Madina atas dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik.
“Laporan kami telah direspon oleh Polres Madina dan tinggal menunggu jadwal pemanggilan dari polisi terhadap saudara Saipullah Nasution sebagai terlapor,” tegas Miswar.
Meski sudah saling lapor, Miswar bersikeras utang tetap ditagih. “Meskipun kasus yang bergulir di kepolisian ini nanti sudah ada keputusan hakim, tetap saja utang akan kami tagih.” Ungkapnya.
Kasus ini sendiri membuka dua isu sekaligus yakni terkait utang Pilkada kepala daerah dan sulitnya akses warga bertemu Bupati. Tim GSC berjanji akan tetap menempuh jalur birokrasi sampai bisa bertemu Saipullah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Saipullah Nasution terkait kedatangan TGSC dan tudingan utang Pilkada tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan