Dua Jemaah Dipulangkan karena Gangguan Mental & Dimensia, Dua Lagi Tunda Berangkat karena Vaksin
DATAPOST.ID MEDAN – Dalam proses keberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan, tidak semua calon jemaah dapat langsung terbang menuju Tanah Suci. Ada mekanisme ketat yang diterapkan, di mana jika hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan tidak layak terbang, maka ada dua alternatif yang diambil: ditunda keberangkatannya atau langsung dipulangkan ke daerah asal.
Hal ini disampaikan oleh Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus di Asrama Haji Medan, Senin (4/5/2026).
Dijelaskannya, sejak tiba di Asrama Haji Medan, jemaah calon Haji wajib melewati serangkaian tahapan mulai dari pemantauan kesehatan, pemasangan gelang identitas, pembagian paspor, hingga Kartu Nusuk.
“Nah, bagi jemaah yang ketika diperiksa kesehatannya tidak dinyatakan layak terbang, ada dua alternatif. Pertama, ditunda keberangkatannya untuk recovery atau dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Jika sudah sehat, akan diberangkatkan pada kloter berikutnya. Namun, jika kondisi dinilai tidak memungkinkan, maka jemaah akan dikembalikan ke daerahnya,” paparnya.
Lebih lanjut, Zulkifli mengungkapkan, kemarin terdapat 2 orang jemaah yang harus dipulangkan. Satu orang didiagnosis mengalami dimensia (gangguan daya ingat), sementara satu orang lain lagi mengalami gangguan mental yang membuatnya sering mengamuk.
“Kondisi seperti ini sangat berisiko, apalagi nanti di dalam pesawat. Pilot pun biasanya menolak membawa penumpang dengan kondisi kesehatan yang bisa membahayakan atau mengganggu keselamatan penerbangan dan kenyamanan jemaah lain,” tuturnya
Kedua jemaah yang dipulangkan tersebut diketahui berasal dari Tanjungbalai dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
“Semoga tahun depan kesehatan mereka membaik dan bisa diberangkatkan,” harapnya.
Jemaah yang Ditunda
Sementara itu, untuk jemaah yang statusnya hanya ditunda karena alasan teknis atau kesehatan ringan, sebagian besar sudah berhasil diberangkatkan kembali.
“Kemarin sudah ada yang direcovery dan sudah diberangkatkan. Hanya tersisa 2 orang lagi yang akan diberangkatkan melalui Kloter 17, karena terkendala waktu vaksin yang belum mencukupi,” tambahnya.
Pesan untuk Jemaah
Kepada seluruh jemaah yang akan berangkat maupun yang sudah berada di Tanah Suci, pesan utama adalah menjaga kesehatan dan kedisiplinan.
“Semestinya tahapan dari daerah sudah dilalui dengan baik, sehingga sampai di asrama tidak ada hambatan. Oleh karena itu, jaga kesehatan selalu. Dan ketika sudah berangkat, taati semua aturan yang ditetapkan pemerintah, petugas kloter, maupun petugas di Arab Saudi,” tegas Zulkifli.
Ia juga menekankan terkait mengambil foto atau video di tempat-tempat suci yang dilarang oleh otoritas Arab Saudi. karena bisa berakibat hukum dan masalah di kemudian hari.
“Terkait hal-hal yang dilarang, seperti mengambil foto atau membuat video ditempat suci yang sudah dilarang oleh Arab Saudi, jangan dilakukan karena bisa mengakibatkan masalah nantinya,” ujarnya.
Kondisi di Tanah Suci
Hingga saat ini, kondisi perjalanan dan ibadah jemaah kloter 1 hingga yang baru tiba dilaporkan berjalan lancar dan aman.
“Secara umum Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Hanya kemarin ada laporan satu orang yang sempat dirawat, namun sudah diantar dari Madinah ke Makkah dan sudah bergabung kembali dengan kloternya dengan kondisi membaik,” pungkasnya.
Dengan protokol kesehatan dan administrasi yang ketat ini, diharapkan seluruh jemaah yang terbang benar-benar dalam kondisi prima, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman hingga selesai. (Ulfa/Lubis)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan