Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 9, Ini Pesan Kakanwil Kemenhaj Sumut
“Jaga Barang Bawaan, Hindari City Tour demi Keselamatan”
DATAPOST.ID | MEDAN – Menjelang keberangkatan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., memberikan pengarahan penting kepada seluruh jamaah haji Kloter 9. Ia menekankan kedisiplinan dalam membawa barang dan menjaga keselamatan selama di Tanah Suci.
Rombongan yang terdiri dari jamaah asal Padang Lawas yang berjumlah 210 orang, Padang Lawas Utara 106 orang, Kota Sibolga 30 orang, dan Simalungun 7 orang ini diingatkan untuk tidak membebani diri dengan barang bawaan berlebih yang dapat mengganggu perjalanan dan ibadah.

Dalam arahannya, Zulkifli menjelaskan fungsi masing-masing tas yang telah disediakan pemerintah agar jamaah tidak salah pakai.
“Insya Allah sebentar lagi Bapak Ibu akan naik bus menuju Kualanamu dan terbang menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz-Madinah. Mohon perhatian, negara telah memfasilitasi koper besar, tas kabin, dan tas dada untuk paspor. Ada juga tas Armusnah, namun tas ini tidak boleh dipakai dan diisi saat berangkat dari tanah air. Tas tersebut khusus digunakan nanti saat menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tegas Zulkifli di Aula Madinatul Hujjaj, Jumat (01/05/2026).
Zulkifli juga menyampaikan pengalaman pahit yang pernah menimpa jamaah lain akibat tidak tertib.
“Kemarin ada jemaah Indonesia, mudah-mudahan bukan dari Sumut, karena terlalu banyak barang yang digantung di tas kabin, akhirnya koper dan tasnya tertinggal di Madinah. Ingat, di sana tidak ada truk pengangkut barang terpisah. Semua barang harus masuk ke bagasi bus yang kita tumpangi. Jika berlebihan, bisa tertinggal atau hilang. Gunakan fasilitas sesuai aturan, itu semua demi kemudahan Bapak Ibu,” ujarnya.
Meski memberikan peringatan, Zulkifli tampak puas melihat kesiapan rombongan hari ini.
“Saya lihat Alhamdulillah jamaah Palas, Paluta, Sibolga, dan Simalungun sangat tertib. Tas kabin sudah rapi. Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya. Mari kita pertahankan kedisiplinan ini sampai pulang nanti,” katanya disela tepuk tangan para jamaah.

Selain itu, Zulkifli juga menyampaikan pesan paling krusial, yaitu terkait keselamatan dan prioritas ibadah.
“Saya minta, jangan banyak melakukan city tour atau ziarah wisata sebelum puncak haji. Baru saja terjadi kecelakaan bus yang membawa jemaah city tour, padahal ibadah haji belum dilaksanakan. Kita tidak ingin hal buruk terjadi. Ingat, inti haji itu adalah Wukuf di Arafah. Fokus persiapan diri, jaga kesehatan, dan waspada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jamaah saling tolong-menolong, menjaga waktu, dan mengikuti seluruh arahan petugas agar ibadah berjalan lancar dan sempurna.
“Dengan bekal disiplin dan niat yang tulus, diharapkan seluruh jamaah haji Kloter 9 dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan selamat hingga kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” harapnya.

Tergabung dalam Kloter 9 ini, diketahui jamaah haji termuda berusia 24 tahun bernama Abdul Halim Siregar, nomor Manifes 158 asal Kabupaten Padang Lawas. Sementara untuk jamaah tertua dengan usia 86 tahun bernama Roin Siregar, nomor Manifes 315 asal Kabupaten Padang Lawas Utara. (Lubis)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan