DATAPOST.ID MEDANKepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., kembali menegaskan pesan penting kepada para jemaah mengenai konsep “Empat Nyawa” yang wajib dijaga selama perjalanan ibadah.

Selain itu, Kakanwil juga memastikan kenyamanan keberangkatan tahun ini melalui fasilitas modern Garbarata di Bandara Kualanamu.

Arahan penuh makna ini disampaikan langsung kepada jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 saat tiba di Aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan, Sabtu (02/05/2026).

Jemaah haji kloter 10 mendengarkan arahan dan pesan penting dari Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus, di Aula Jabal Nur. Foto: datapost.id/Awaluddin Lubis

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenhaj Sumut mengutip pandangan konsultan haji, Dr. Torang Rambe. Zulkifli menjelaskan bahwa ada empat hal utama yang menjadi “nyawa” bagi jemaah haji:

1. Nyawa Kehidupan

“Yang pertama adalah nyawa yang melekat di badan. Ini hanya bisa dicabut oleh Allah SWT. Ajal tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, jadi kita serahkan sepenuhnya kepada-Nya,” ujarnya.

2. Paspor

Baca Juga :  Kemenag Sumut Tekankan Ramadhan Sebagai Madrasah Rohani dan Laboratorium Empati

“Yang kedua adalah Paspor. Ini nyawa kedua. Kalau tidak ada paspor, meski badan sehat, Bapak Ibu tidak bisa masuk Arab Saudi. Jadi paspor jangan sampai hilang, karena kalau hilang berarti ‘nyawa’ kita tertinggal,” tegasnya.

3. Kartu Nusuk

“Yang ketiga adalah Kartu Nusuk yang baru didapat pagi ini. Ini syarat mutlak. Tanpa kartu ini, tidak bisa masuk Masjidil Haram, tidak bisa masuk Raudhah, dan yang paling penting tidak bisa masuk area Arafah. Ingat, Al Hajj Arafah, kalau tidak ke Arafah maka hajinya tidak sah,” jelas Zulkifli.

Ia memperingatkan agar kartu ini selalu digantung di leher, kecuali saat mandi. “Kalau tidurnya suka berguling-guling, hati-hati jangan sampai patah atau rusak. Dan jangan difoto lalu di-share di media sosial. Di dalamnya ada barcode dan data pribadi, takutnya disalahgunakan orang lain,” pesannya.

4. Uang / Duit

Baca Juga :  Bupati Batubara Lepas 360 Jemaah Haji, Berikan Oleh-Oleh Khas Pesisir dan Uang Saku

“Yang keempat adalah uang atau biaya hidup. Kata Pak Torang, ini juga nyawa. Kalau Bapak Ibu tidak bawa uang dari rumah, tidak masalah. ‘Nyawa’ ini akan kami ‘suntikkan’ di sini berupa living cost sebesar 750 Riyal. Tapi kalau ada yang bawa ‘nyawa cadangan’ lebih banyak, silakan saja, yang penting dijaga baik-baik,” tambahnya santai.

Jemaah haji kloter 10 asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan tiba di Asrama Haji Medan dan turun dari Bus Candra dibantu petugas keamanan. Foto: datapost.id/Awaluddin Lubis

Ia menyebutkan bahwa jemaah haji Kloter 10 berjumlah 360 orang dan dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi pada Minggu dinihari (03/05/2026) sekira pukul 02.05 WIB lepas landas (Take Off).

“Jemaah haji kloter 10 ini berasal dari Kabupaten Deli Serdang (208 jemaah), Kabupaten Labuhanbatu Selatan (136 jemaah), Kabupaten Labuhanbatu (11 jemaah) ditambah 5 orang petugas haji daerah dan pusat,” ujarnya.

Jemaah haji asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan tiba di Asrama Haji Medan. Tampak seorang jemaah haji menggunakan kursi roda didorong petugas haji menuju Aula Jabal Nur. datapost.id/Awaluddin Lubis

Fasilitas Baru: Naik Pesawat Lewat Garbarata

Di akhir sambutannya, Zulkifli menyampaikan kabar gembira terkait fasilitas keberangkatan yang jauh lebih nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Gendong "Cinta Pertama" Pulang Haji, Provost Hubdam I/BB Tuai Pujian.

“Nanti Bapak Ibu akan diberangkatkan menggunakan Garbarata. Tahu kan garbarata? Orang Deli Serdang mungkin sering lihat dari kejauhan, tapi belum pernah masuk. Itu semacam terowongan penghubung langsung ke pesawat,” jelasnya.

Dengan fasilitas ini, jemaah tidak perlu lagi menaiki tangga pesawat yang tinggi dan melelahkan seperti dulu yang masih menggunakan terminal kargo.

Jemaah haji Kloter 10 menaiki begi menuju tempat peristirahatan Hotel Madinah Al-Munawwarah

“Tidak kena panas, tidak kena hujan, dan tidak perlu naik tangga. Sudah disediakan lift dan eskalator. Ini sangat aman dan nyaman, terutama bagi Bapak Ibu lansia. Pemerintah berikan yang terbaik agar perjalanan dimulai dengan nyaman dan bermartabat,” pungkasnya.

Dengan terjaganya keempat “nyawa” tersebut dan didukung fasilitas yang memadai, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan lancar hingga pulang dengan predikat Haji Mabrur. (Lubis)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News