Ringkasan Berita:

• Proyek rehabilitasi Jalan Veteran Pasar 9 senilai Rp4,9 miliar mangkrak di tengah jalan.

• Satu sisi sudah dicor namun ditutup, memaksa seluruh kendaraan lewat di sisi satunya sehingga macet parah setiap hari.

• Masyarakat kecewa berat karena janji Gubernur selesai September belum terpenuhi.

• FKSM mendesak kontraktor dan pihak terkait diproses hukum.

• Pihak Pemprov Sumut belum merespons konfirmasi media.



DATAPOST.ID | DELISERDANG — Janji Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang menargetkan perbaikan Jalan Veteran Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, selesai pada September 2026 tampaknya belum terealisasi. Proyek yang menelan anggaran hampir Rp5 miliar justru mangkrak di tengah jalan, memicu kemacetan parah dan keluhan meluas dari masyarakat.

Baca Juga :  Rp16,5 Miliar Bantuan Masjid Sumut-Aceh Diserahkan, Dirjen: Jaga Alam agar Bencana Tak Terulang

Sesuai kontrak No. 620/1161/UPTD-BMCK.MDN/VIII/2026 tertanggal 13 Juli 2026, Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Pemprov Sumut menunjuk PT Putra Raiandra Energi sebagai pelaksana rehabilitasi jalan tersebut dengan nilai kontrak Rp4.947.848.525. Namun hingga kini, pengerjaan hanya dilakukan pada satu sisi sepanjang sekitar 300 meter, lalu terhenti.

Ironisnya, sisi jalan yang sudah dicor beton justru ditutup dengan penghalang, sehingga seluruh kendaraan — mulai dari sepeda motor, mobil, hingga truk — terpaksa berbagi jalur di sisi yang belum diperbaiki. Akibatnya kemacetan panjang terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.

Endang, salah satu pengguna jalan yang harus melintasi ruas itu setiap hari, mengaku frustrasi. “Tiada hari tanpa macet, hampir satu jam terjebak di sini. Jalan pintas juga penuh sesak. Kurang ajar kali kontraktor ini, masak tak dikerjakan, kapan mau siapnya? Janji Gubernur bulan September, tapi sampai saat ini belum bagus jalannya. Rasanya Gubsu kita kena ‘prank’ sama bawahannya,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (10/10/2026) malam.

Baca Juga :  Kedatangan Walikota Tak Bermanfaat Bagi Korban Terdampak Banjir di Medan Marelan. APH Diminta Usut Dana Bencana Pemko Medan

Suasana serupa dirasakan banyak pengendara lain yang tak kuasa menahan emosi. Sumpah serapah terdengar di sepanjang jalan yang padat itu, terutama menjelang libur akhir pekan saat arus lalu lintas memuncak.

Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Forum Komunikasi Suara Masyarakat (FKSM), Irwansyah Ginting, meminta pihak berwenang menindak tegas. “Kontraktor maupun pejabat yang terlibat harus diproses hukum. Bayangkan berapa kerugian ekonomi, waktu, dan gangguan psikologis yang dialami ribuan pengguna jalan setiap harinya,” tegas Irwansyah.

Ia juga menyesalkan pola kerja birokrasi yang lambat dan kurang peka terhadap kesulitan masyarakat. “Sungguh tidak berempati. Gubernur sudah berjanji, namun di lapangan tidak ada kemajuan berarti. Mana akuntabilitasnya?” tambahnya.

Baca Juga :  Komandan Madina : Program “Kepemudaan” Diduga Tak Dilaksanakan, Hanya Diberikan Sertifikat

Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi yang disampaikan wartawan kepada Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution maupun Plt. Kepala Inspektorat Sumut belum mendapat tanggapan. (***)

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News