DATAPOST.ID TEBING TINGGI – Suasana haru dan kehangatan menyelimuti kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sarwedi Gultom, di Lapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.

Dalam sesi pembinaan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut, Sarwedi Gultom memberikan perhatian khusus dan hadiah apresiasi kepada seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kesungguhan Mirhamuddin dalam mendalami ajaran Islam selama menjalani masa pembinaan di lapas tersebut.

Baca Juga :  Kejutan, HUT ke-46 Sugiat Santoso Dirayakan Meriah di Kantor DPD Gerindra Sumut

Dengan tutur kata yang tulus, Mirhamuddin mengaku bahwa justru di dalam lingkungan lapas ia mulai mengenal dan memahami nilai-nilai Islam secara lebih mendalam. Ia mengaku banyak belajar memperbaiki ibadah serta memahami ajaran agama yang sebelumnya belum begitu ia dalami.

“Di sinilah saya mulai benar-benar belajar agama. Saya belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memahami arti kehidupan,” ungkap Mirhamuddin di hadapan para peserta bimbingan rohani.

Kesungguhan Mirhamuddin membuahkan hasil yang membanggakan. Berkat ketekunannya, ia kini dipercaya menjadi imam di masjid Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Lebih dari itu, ia juga telah berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan bagi dirinya maupun para pembimbing rohani di lapas tersebut.

Baca Juga :  Terima Kunker Komisi III DPR, Kapolda Sulteng Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Berkeadilan

Sarwedi Gultom menyampaikan bahwa perubahan positif yang dialami Mirhamuddin merupakan bukti nyata bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri. Ia berharap kisah inspiratif ini dapat memotivasi warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

“Pembinaan rohani memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual para warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan, kami berharap mereka mampu menemukan kembali makna hidup serta memiliki tekad kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Sarwedi.

Kegiatan bimbingan rohani tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Harapannya, para warga binaan dapat terus memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menata masa depan yang lebih cerah dan bermartabat. (Red)

Baca Juga :  36 Santri Ikuti Seleksi Debat Bahasa Arab dan Inggris yang Digelar Kanwil Kemenag Sumut

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News