DATAPOST.ID MEDAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menegaskan bahwa Ramadhan harus dilihat lebih dari sekadar ibadah puasa secara fiqih.

Dalam kegiatan Muzakarah Khusus Ramadhan 1447 H yang digelar di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumut pada Minggu (22/02/2026), Ahmad Qosbi menyampaikan bahwa bulan suci tersebut merupakan madrasah rohani dan laboratorium empati untuk mengembangkan kesalehan terhadap Allah SWT (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas).

Acara yang mengambil tema “Ramadhan dan Kepedulian Sosial: Transformasi Kesholehan Ritual Menuju Kesalehan Sosial di Sumatera Utara” tidak hanya membahas aspek pengetahuan akademis, melainkan juga sebagai gugatan imani terhadap kualitas keberagamaan yang ada.

Baca Juga :  Prestasi Membanggakan! 12 Siswa MAN IC Tapsel Lolos SNBP ke PTN Terbaik, Termasuk UGM dan IPB

Menurut Ahmad Qosbi, rasa lapar yang dirasakan secara sukarela saat berpuasa adalah sebuah “simulasi ilahiah”.

“Allah memaksa kita merasakan perihnya perut kosong agar runtuh arogansi kita, sehingga kita bisa menyelami penderitaan kaum dhuafa yang lapar bukan karena berpuasa, melainkan karena ketiadaan daya dan upaya,” jelasnya.

Selain itu, Ramadhan juga dijadikan momentum revitalisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dengan tiga poin krusial yang harus diperhatikan. Pertama, pergeseran pendekatan ZISWAF dari konsumtif ke arah produktif. Kedua, upaya untuk menghapus kesenjangan sosial yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Ketiga, memperkuat ukhuwah wathaniyah antar elemen masyarakat.

“Inilah wajah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin, yang sejuk dan damai, yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika sosial saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Terkait PT RPR VS Koperasi Singkuang 1, Bupati Madina Optimis Akan Mencapai Kesepakatan

Ahmad Qosbi juga mengajak seluruh pengurus MUI Provinsi Sumut untuk melakukan sinergi bersama Kemenag. MUI diharapkan dapat memberikan fatwa serta edukasi teologis yang mencerahkan umat bahwa melaksanakan infak baik di saat kondisi lapang maupun sempit adalah ciri khas orang yang bertakwa.

Sementara itu, Kemenag akan berperan dalam memfasilitasi regulasi, mengawasi jalannya Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta memastikan tata kelola dana sosial keagamaan berjalan dengan transparan dan akuntabel.

Dia menekankan perlunya pergeseran narasi dakwah selama Ramadhan dari fokus pada pahala berlipat ganda menjadi manfaat yang berlipat ganda bagi sesama.

“Mari kita menjadikan masjid-masjid kita bukan hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi sebagai lumbung pangan dan solusi sosial bagi masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga :  MAN 2 Padangsidimpuan Raih Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional 2025 untuk Ketiga Kalinya

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News