MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Penjaringan panitia Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) yang dilakukan Wakil Ketua III STAIN Mandailing Natal (Waka III) mendapat sorotan dan dinilai cacat prosedural, karena proses penjaringan dilaksanakan pada masa libur akademik.

Hal ini karena tidak terselenggaranya SEMA sebelumnya, sehingga Waka III mengambil inisiatif menata kepengurusan sementara. Langkah ini dikarenakan tidak adanya SEMA.

Banyak pihak menilai solusi yang diambil kurang efektif. Ketika masa periode Wakil Ketua (Waka) III, Dr. Irma Suryani Siregar, belum pernah mengadakan pemilihan dan pelantikan SEMA. Sehingga para mahasiswa berharap, Waka III saat ini, Dr. Faisal Musa, S.Ag, M.Pd dapat bekerja sama dan membuat penjaringan pada saat kampus aktif kembali.

Baca Juga :  Ini Kata Mahasiswi STAIN Madina Usai Ketemu Ketua DPRD H Erwin Efendi Lubis, SH

“Jika dilaksanakan ketika masa libur perkuliahan ini dianggap menyebabkan ketidakstabilan manajemen organisasi mahasiswa di kampus. Karena banyak mahasiswa yang memilih untuk berlibur dan tidak aktif di kampus,” tutur salah seorang mahasiswa kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kepada wartawan yang menyatakan keberatan adanya penjaringan SEMA dan DEMA STAIN Madina, Jum’at (31/07/2026).

Mahasiswa tersebut menyatakan saat ini pengurus ormawa dan beberapa mahasiswa menyatakan prihatin karena mekanisme penjaringan pada masa libur. Sebab hal ini dinilai mengabaikan prinsip transparansi dan partisipasi luas.

Mereka meminta agar penjaringan dilakukan saat kampus telah aktif kembali. Mahasiswa juga menginginkan evaluasi tanggung jawab administratif pihak yang berwenang untuk mencegah kebuntuan serupa di masa mendatang.

Baca Juga :  Mengenang Pahlawan Revolusi Yang Gugur Akibat Kekejaman PKI, Kapolda Sumut Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Letda Sujono.

” Pihak kampus belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan cacat prosedural ini. Kami mahasiswa berharap adanya klarifikasi dan solusi yang mengutamakan tata kelola ormawa yang demokratis dan berkelanjutan,” ungkapnya meminta agar namanya disamarkan.

Sementara itu, Waka III Stain Madina, Dr. Faisal Musa membenarkan adanya proses penjaringan ini. Dia menjelaskan proses penjaringan ini dilakukan ketika masa libur perkuliahan untuk mengejar adanya kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Stain Madina.

“Ini dilakukan karena sebentar lagi akan ada masa PBAK dan kami butuh keberadaan SEMA DEMA. tidak ada maksud lain. Terimakasih,” tulisnya menjawab konfirmasi media via Whatsapp, Jum’at (31/07/2026) sore. (*)