DATAPOST.ID – ALLAH SWT dalam Surah Al-Isra ayat 4–5 telah menyampaikan nubuat besar tentang dua kali kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil di muka bumi, dan dua kali pula mereka akan dihukum dengan kebangkitan “hamba-hamba Kami yang kuat” (ʿibādanā ūlī ba’sin shadīd).

Nubuat ini bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan juga skenario strategis masa depan yang sedang kita saksikan terwujud tahap demi tahap.

“Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al-Isra: 4)

“Maka ketika datang janji (hukuman) yang pertama, Kami kirimkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang sangat kuat, lalu mereka menghancurkan negeri-negeri kalian, dan itulah janji yang pasti terlaksana.” (QS Al-Isra: 5)

Baca Juga :  Bittime Permudah Setoran IDR melalui Berbagai Jenis Bank, Hadirkan Pengalaman Investasi Aset Kripto yang Lebih Mudah

Kerusakan Pertama: Sudah Berlalu

Kerusakan pertama merujuk pada sejarah kekufuran, kedurhakaan, dan pembunuhan nabi-nabi oleh Bani Israil di masa lampau. Balasannya datang melalui serangan Babilonia yang menghancurkan Yerusalem dan menggusur bangsa ini menjadi kaum terusir.

Kerusakan Kedua: Sedang Berlangsung

Kini, kita hidup di era kerusakan kedua. Rezim zionis Israel telah menduduki tanah Palestina sejak 1948, merampas hak-hak bangsa, melanggar hukum internasional, dan menumpahkan darah tanpa henti. Mereka tidak hanya menghina hak asasi manusia, tapi juga menyombongkan diri atas dukungan Barat, menciptakan dominasi global berbasis kezaliman dan kekerasan.

Namun janji Allah pasti berlaku. Iran, yang sejak revolusi Islam 1979 mengangkat panji Al-Qur’an sebagai dasar negara, telah bangkit sebagai salah satu “hamba-hamba kuat” yang disebut dalam ayat ini. Iran tidak tunduk pada AS, tidak takut pada Israel, dan terus membela Palestina secara konsisten, baik secara militer, diplomatik, maupun ideologis.

Baca Juga :  Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

Iran: Pelopor Gerakan Pembebasan

Peran Iran dalam konstelasi ini bukan hanya simbolik, tetapi juga operasional. Negara ini telah menghadapi puluhan tahun embargo, sabotase, dan serangan, namun tetap teguh menantang zionisme global. Dukungan Iran terhadap kelompok perlawanan seperti Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islami, merupakan bagian nyata dari strategi jangka panjang menghadapi Israel dan sekutunya.

Kaum Mukminin: Pewaris Misi Pembebasan

Namun perjuangan tidak berhenti di Iran. Ayat Al-Qur’an ini bersifat terbuka dan menanti partisipasi generasi mukmin berikutnya. Kemenangan atas Israel tidak akan sempurna sampai umat Islam bangkit secara kolektif—membentuk front persatuan militer-politik yang mengakhiri kekuasaan zionis dan menjadikan mereka “kaum gelandangan di bumi”, sebagaimana disebut dalam ayat lanjutan (QS Al-Isra: 6–8).

Baca Juga :  Berbagi Rezeki, Kapolres Madina Bersama Komunitas Trabas Bagikan Sembako Di Desa Parbangunan

“Maka apabila datang janji yang kedua, (Kami datangkan musuh yang lain) untuk menyuramkan wajah-wajah kalian, dan mereka masuk ke Masjid (Al-Aqsa) sebagaimana dahulu mereka memasukinya, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS Al-Isra: 7)

Penutup: Saatnya Umat Islam Menyempurnakan Janji

Kita sedang hidup dalam fase nubuat yang sedang dijalankan. Sebagian telah ditunaikan oleh kaum mukmin terdahulu. Sebagian besar kini dijalankan oleh Iran. Sisanya menjadi tugas kita—umat Islam dari Indonesia, Turki, Pakistan, Mesir, hingga seluruh pelosok dunia—untuk menegakkan keadilan, membela tanah suci, dan menyingkirkan Israel dari panggung sejarah. Itulah jalan kemenangan yang dijanjikan.