DATAPOST.ID PADANGSIDIMPUAN — Setiap umat Nabi Muhammad SAW usai melakukan perjalanan haji, pastinya memiliki berbagai kisah ataupun cerita yang berbeda dari tahun ke tahun, perbedaan cerita itu jelas dilatarbelakangi oleh perbedaan peristiwa yang terjadi di dalamnya atau perbedaan individu yang mengalaminya.

Ritual ibadah haji berupa rukun, wajib, dan sunnah haji yang dijalankan memang tidak ada perbedaannya akan tetapi dalam hal menyikapi pelaksanaan ritual ini setiap individu tentunya memiliki cara pandang yang berbeda berdasarkan motivasi yang tertanam di hati para jamaah haji.

Seperti yang dirasakan Munartua Ritonga, seorang guru mata pelajaran Qur’an Hadist dan Ilmu Hadist di MAN 2 Padangsidimpuan. Munartua sebagai Pembimbing Ibadah Haji Kloter 01 KNO Debarkasi Medan senantiasa berpijak pada motto spesial yang menjadi penyemangat untuknya menjadi petugas haji.

“Tugasku Ibadahku”.

“Kami sangat merasakan Kemenag luar biasa sebagai penyelenggara ibadah haji. Kami sebagai petugas pembimbing ibadah haji ditanamkan nilai-nilai pelayanan tanpa pilih kasih dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah”, ungkapnya.

Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Medan Berpulang di Tanah Suci, Wafat Saat Perjalanan dari Madinah ke Makkah

Menurut Munartua, tak bisa dipungkiri bahwa kesiapan mental berupa kesabaran, dan kesehatan menjadi faktor penting mencapai keberhasilan dalam menjalankan tugas yang teramat berat ini. Alhamdulillah, semuanya berjalan baik dan lancar.

“Ada banyak karakter yang kita jumpai pada setiap jamaah, mulai dari pemahaman tentang ibadah haji yang sangat minim, hingga para jamaah yang kurang sabar dalam dalam menjalani rangkaian ibadah haji”, ujarnya kepada wartawan media datapost.id

“Alhamdulillah dengan senantiasa berdoa kepada Allah SWT, saya diberi kesabaran, kesehatan, dan ketenangan jiwa dalam menghadapi semua tugas dan permasalahan dapat diatasi dengan baik”, imbuhnya.

Sebagai gambaran, Munartua Ritonga mengungkapkan, dikarenakan kuantitas dan kualitas persiapan manasik jamaah yang berbeda akan cenderung menjadi tantangan yang cukup berat baginya dalam memadukan visi mereka dalam menjalani ritual haji.

Baca Juga :  Dua Jemaah Dipulangkan karena Gangguan Mental & Dimensia, Dua Lagi Tunda Berangkat karena Vaksin

“Hal paling berat adalah menyamakan persepsi para jamaah menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang terkadang harus mereka sikapi dengan penuh kesabaran, dan juga harus direspon para petugas dengan sikap sabar”, ujarnya.

Atas amanah yang diberikan Kementerian Agama kepadanya, Munartua mengucapkan rasa syukurnya dan terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk melayani Tamu Allah menjadi Petugas Haji Tahun ini.

“Alhamdulillah, amanah besar dan berat ini telah terlaksana. Hal ini tidak terlepas dari Ridho Allah SWT kepada seluruh jamaah haji Indonesia dan para petugas yang tidak kenal lelah dalam menjalankan tanggung jawab”, pungkasnya. (AHH)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Baca Juga :  Kakan Kemenag Tapsel Sampaikan Bupati Beri Tali Asih 178 Jemaah Calhaj Tapsel