MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID- Pemberhentian Kader Posyandu terlatih di Desa Aek Mata Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) secara sepihak oleh Kepala Desa Aek Mata, berdampak pada rendahnya capaian imunisasi.

Demikian dijelaskan Bidan pelaksana penanggung jawab Desa Aek Mata, Cut Fatimah Akhmad Am.Keb, Kamis (08/05/2025).

“Saya sangat kecewa dengan tindakan Kepala Desa Aek Mata yang memberhentikan kader Posyandu yang sudah terlatih, dan menggantikannya dengan orang yang dinilai sangat kurang mendukung suksesnya program imunisasi bagi anak balita ini,”ungkapnya

Cut menilai sikap arogan Kepala Desa Aek Mata memberhentikan Kader Posyandu terlatih dan mengganti dengan yang tidak memiliki kompeten sangat disesalkan, karena membuat terhambatnya capaian imunisasi balita di desa tersebut.

Baca Juga :  Tindaklanjuti SE Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenkumham RI, Lapas Pancur Batu Laksanakan Skrining ACF TBC dan Intervensi Chest X-Ray Kepada WBP

Pada pelayanan Posyandu, Senin (05/05/2025) kemarin contoh Cut, sangat minim peserta yang hadir karena kurang tersosialisasikan oleh Kader Posyandu Pilihan Kepala Desa Aek Mata.

“Pelayanan posyandu Senin kemarin saja tidak ada yang datang karena kurang disampaikan ke Warga, dan Saya bekerja sendiri untuk persiapkan Posyandu karena Kader pilihan Kades tidak bisa mempersiapkan,”terang Cut kesal.

Lalu Cut Fatimah Akhmad Am.Keb meminta agar Kader Posyandu yang telah terlatih jangan di berhentikan dan harus ada keterwakilan dari setiap Banjar (Lingkungan) di Desa Aek Mata, sehingga setiap Kader menjadi penyampai informasi pelaksanaan Posyandu, agar kedepan capaian imunisasi di Desa Aek mata dapat tercapai.

Terkait hal ini, Kepala Desa Aek Mata, Andi Sahweri hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan tidak dapat dikonfirmasi. (*)