Besok, Komisi III DPRD Madina RDP Dengan Dinas PUPR Terkait Bronjong Manambin
MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Terkait rusaknya pembangunan proyek bronjong yang baru dibangun, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (DPRD Madina) besok, Selasa (15/09/2026) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Madina.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Madina, H Bahran Saleh Daulay kepada wartawan via seluler, Senin (14/09/2029).
“Kita sudah surati Dinas PUPR. Besok RDP akan kita pertanyakan salah satunya masalah Bronjong yang hancur yang viral di beberapa media online di Madina,” jelas Bahran
Bahran juga menjelaskan peristiwa hancurnya Bronjong di jalan menuju desa Manambin, Kecamatan Kotanopan sangat disayangkan. Karena menurutnya, pembangunan bronjong ini baru selesai kurang lebih 3 bulan.
“Kami duga ada permainan bahan. Tapi kita lihat nanti apa tanggapan Dinas PUPR terkait peristiwa ini. Kami berharap Kepala Dinas PUPR hadir dan dapat menjelaskan, serta menerangkan langkah selanjutnya. Agar kerusakan ini tidak dibiarkan begitu saja,” tegas H Bahran Saleh Daulay yang juga menjabat ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Madina tersebut.
Sebelumnya, beberapa media online di Madina memberitakan bangunan bronjong sepanjang sekitar 8 meter di ruas jalan menuju Desa Manambin, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, yang baru selesai dibangun sekitar tiga bulan lalu, ambruk ke sungai pada Rabu (09/09/2026) lalu.
Kerusakan diduga terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ambruknya bangunan penahan tanah tersebut dikhawatirkan mengancam badan jalan serta mengganggu kelancaran akses warga. Jika tidak segera ditangani, abrasi dapat meluas dan memutus jalur penghubung menuju Desa Manambin.
Warga Desa Muara Siambak, Erwin, menyayangkan peristiwa ini dan menduga kelemahan pada proses pemasangan. “Kemungkinan pemasangan bronjong di bagian bawah kurang bagus, seolah asal diletakkan saja sehingga mudah runtuh. Kami sangat kecewa dengan kondisi proyek PUPR ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Manambin, Tarmizi Yahya Daulay, meminta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk meninjau dan memperbaiki kerusakan.
“Kalau dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan kerusakan semakin parah dan mengganggu arus kendaraan,” katanya.
Warga juga mendesak dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah kerusakan disebabkan faktor konstruksi, kondisi tanah, arus sungai, curah hujan, atau penyebab lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan