MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Sudah memasuki akhir bulan Oktober 2026, Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Jl. Lintas Timur, Darussalam / Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, terlihat belum tersentuh perubahan meski APBD Madina tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran Rehabilitasi  senilai Rp.200.000.000.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Madina yang ditelusuri, proyek tersebut tercatat jelas di anggarkan di Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Di atas kertas, proyek ini sudah diumumkan sejak 06 Maret 2026, Jadwal pemilihan penyedia ditetapkan Maret 2026 dan pelaksanaan kontrak Maret hingga Desember 2026. Artinya, per akhir Oktober ini, proyek seharusnya sudah berjalan 80% selesai atau bahkan sudah finishing.

Baca Juga :  Tagih Sewa Terhadap 2000 Masyarakat Manfaatkan Tanah di Petisah Tengah, JPN Beri Bantuan Hukum Pada Pemko Medan

Proyek rehabilitasi kantor Dekranasda ini juga punya anggaran jasa perencanaan senilai Rp.50.000.000

Namun fakta di lapangan berkata lain. Pantauan wartawan, kondisi fisik Kantor Dekranasda hingga hari ini tidak ada tanda di rehabilitasi.

Pantauan wartawan, dilokasi tidak terlihat ada aktivitas tukang, tidak ada material bangunan, tidak ada papan proyek. Kantor yang seharusnya menjadi etalase kerajinan unggulan Madina itu dibiarkan apa adanya.

Seperti diketahui, di daerah maju, Kantor Dekranasda  adalah wajah UMKM dan kerajinan. Ketua Dekranasda sendiri adalah istri dari Bupati langsung.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Madina, Ahmad Basri Sihotang yang dikonfirmasi, Senin (26/10/2026) menjelaskan perencanaan rehabilitasi kantor sudah selesai.

Baca Juga :  Sekjen PWI LS Ajak Seluruh Jajaran Bantu Polri Jaga Kamtibmas Jelang Lebaran 1447 H

”kalau pelaksanaan fisiknya silahkan konfirmasi langsung ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni Kepala Dinas PUPR,”ujarnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Madina, Rahim Siregar yang dikonfirmasi lewat Alikasi WhatsApp belum memberi jawaban. (Basid)