DATAPOST.ID | MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan pencegahan korupsi berbasis nilai moral dan spiritual, berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sumut, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting, serta Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Syafrizal Bancin. Turut hadir pula jajaran ASN, Kepala KUA, Kepala Madrasah, tokoh agama, dan penyuluh agama se-Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Johnson Ridwan Ginting menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi harus dibarengi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kebaikan.

Baca Juga :  Dikawasan Konservasi Aek Sininjon Siulang Aling MBG Ada PETI Beroperasi

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan penegakan hukum. Dibutuhkan penguatan nilai dan karakter, dan di sinilah peran institusi keagamaan menjadi sangat penting dalam menanamkan integritas sejak dini,” ujar Johnson.

Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran strategis sebagai penguat moral dan pembentuk karakter masyarakat yang jujur dan berintegritas. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kemenag dinilai sangat strategis untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Sumut yang terus mendorong reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Upaya pencegahan korupsi akan semakin efektif ketika dibangun melalui sinergi antara penguatan sistem dan penguatan moralitas,” tambahnya.

Sementara itu, Syafrizal Bancin menekankan bahwa nilai-nilai agama memiliki posisi sentral dalam membangun kesadaran kolektif. Menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas adalah kunci untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan amanah.

Baca Juga :  Sambut Baik Kunjungan Ketua PITI Sumut, Kapolda Irjen Pol Agung Setya Akan Mengoptimalkan Program Kamtibmas Termasuk Tindakan Pencegahan

Melalui kegiatan ini, kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan adalah kunci dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan, baik di kalangan aparatur maupun masyarakat luas.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat iman dan integritas, sehingga tercipta lingkungan kerja dan masyarakat yang bersih dari praktik korupsi serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kejujuran. (HMS/Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News