Galang Kota Jalani Verifikasi Lapangan Kampung Kreatif Sumut Berkah: TPS 3R, Tahu, & UMKM Jadi Andalan
Ringkasan Berita:
• Pada Selasa (6/10/2026), tim verifikasi meninjau Kelurahan Galang Kota untuk penilaian Program Kampung Kreatif Sumut Berkah.
• Kawasan menawarkan potensi TPS 3R (sampah jadi pakan maggot & produk daur ulang), budidaya ikan lele, peternakan, tahu khas, serta UMKM dan kuliner.
• Rencana penataan mencakup jalan, gapura, lampu surya, mural, dan area usaha.
• Tim menekankan legalitas lahan serta kepastian pengelola berkelanjutan agar manfaat dirasakan warga.
• Kedekatan dengan Bandara Kualanamu menjadi nilai tambah pengembangan kawasan.
DATAPOST.ID | GALANG — Tim Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah melakukan peninjauan langsung ke Lingkungan VII, Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Selasa, (6/10/2026). Kegiatan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang, Zainal Abidin Hutagalung.
Peninjauan bertujuan menilai kondisi kawasan, kesiapan infrastruktur, beragam potensi usaha yang berkembang, serta dukungan warga terhadap pelaksanaan program.
Sejumlah potensi unggulan yang ditemukan di lokasi meliputi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur, pengolahan tahu, serta beragam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan usaha kuliner.
Lurah Galang Kota, Gusri Salwa Gea, menjelaskan kawasan yang diusulkan membentang sepanjang 300 hingga 500 meter. Rencana penataan mencakup pengerasan jalan masuk, pembangunan gapura, penerangan lampu tenaga surya, pembuatan mural, serta penyediaan area khusus bagi UMKM dan pusat kuliner.
TPS 3R menjadi konsep inti pengelolaan kawasan: sampah organik diolah menjadi pakan maggot untuk mendukung budidaya ikan dan peternakan, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dicacah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi.
“Harapannya, sampah yang masuk tidak lagi keluar sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual,” jelas Gusri.
Sementara itu, produk olahan tahu diarahkan menjadi ikon dan oleh-oleh khas Galang Kota. Seluruh konsep disusun agar saling memperkuat keterkaitan antara pengelolaan lingkungan, perikanan, peternakan, UMKM, dan kuliner.
Perwakilan tim verifikasi, Nusrat Andrus Hadir Syabri, mengingatkan agar legalitas lahan atau alas hak dipastikan sejak awal guna mencegah persoalan hukum di masa mendatang. Ia juga menegaskan keberhasilan program diukur bukan semata dari bangunan fisik, melainkan manfaat nyata yang diterima masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya output berupa pembangunan, tetapi outcome yang dihasilkan. Harus jelas siapa yang mengelola peternakan, kebun, kolam ikan, UMKM, maupun fasilitas lainnya,” ujarnya.
Tim mendorong pembentukan kelompok pengelola masyarakat agar fasilitas yang dibangun terawat dan kegiatan usaha terus berjalan berkelanjutan. Dengan akses yang mudah dari pusat Kabupaten Deli Serdang serta kedekatan dengan Bandara Internasional Kualanamu, Galang Kota dinilai berpotensi tumbuh menjadi kawasan percontohan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pendapatan warga, dan lapangan pekerjaan baru. (Ril/Red)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan