Ringkasan Berita:

• Dua guru MAN 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra, berhasil lolos ke babak final PIDI 2026 dari 2.000 peserta.

• Mereka membawa inovasi EdTech “Kisah Kita” yang memadukan kartu IoT dan kecerdasan buatan untuk pembelajaran lebih interaktif.

• Kepala Madrasah memberikan dukungan penuh dan berharap meraih hasil terbaik di final Jakarta, 24 September 2026.



DATAPOST.ID | MEDANDua guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring, S.Kom., dan Andy Syahputra, S.Kom., berhasil mengukir prestasi gemilang dengan lolos ke babak final ajang Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 2026 yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia, Digdaya, dan Hackathon. Pengumuman ini disampaikan Humas MAN 3 Medan, Rabu (3/9/2026).

Baca Juga :  Gelar Jamarah, Kanwil Kemenag Sumut dan Kapoksi VIII DPR RI Bahas Penyelenggaraan Haji Tahun 2026

Kompetisi yang dimulai sejak awal Juni 2026 ini diikuti sekitar 2.000 tim dari berbagai daerah dan latar belakang.

Setelah melewati rangkaian seleksi ketat — dari 800 tim di tahap pertama, 480 tim di tahap kedua — akhirnya hanya 80 tim yang dinyatakan lolos ke babak final.

Tim MAN 3 Medan menjadi salah satunya, membuktikan kualitas inovasi yang dikembangkan di lingkungan madrasah. Babak final PIDI 2026 akan digelar pada 24 September 2026 di Jakarta.

Kedua guru ini melaju ke final membawa inovasi bernama “Kisah Kita”, sebuah infrastruktur EdTech phygital yang memadukan perangkat fisik dan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang jauh lebih interaktif dan tidak membosankan.

Baca Juga :  Resmi Menyandang Status Tersangka, Kadisdik Madina Ditahan Tipikor Polda Sumut

Kisah Kita” menggabungkan kartu Internet of Things (IoT) berbiaya rendah dengan kecerdasan generatif Google Gemini 3.1 Flash berbasis cloud.

Melalui inovasi ini, siswa tidak lagi sekadar menjadi penerima informasi secara pasif — kartu IoT menjadi media interaksi fisik yang terhubung dengan sistem digital, sehingga siswa dapat berperan aktif dan bahkan menjadi ko-kreator materi pembelajaran secara kritis. Teknologi AI kemudian mendukung penyajian belajar yang lebih dinamis, kontekstual, dan mendalam.

Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga atas capaian tim MAN 3 Medan. Kami berikan dukungan penuh dan berharap tim dapat meraih hasil terbaik di babak final. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa guru madrasah mampu berinovasi dan menghadirkan solusi pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Keikutsertaan dalam PIDI 2026 sekaligus menegaskan komitmen MAN 3 Medan dalam mendorong transformasi digital di lingkungan madrasah.

Baca Juga :  Keluarga Besar Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Rayakan Natal 2024

Inovasi “Kisah Kita” membuktikan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya canggih, tetapi juga lebih bermakna, menarik, dan memberdayakan siswa sebagai subjek aktif dalam belajar. (Mam)

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News