DATAPOST.ID | MEDANKantor Wilayah Kementerian Agama Sumut melalui Tim Kerukunan Umat Beragama dan Pelayanan Umat Khonghucu menggelar kegiatan Ngopi Bareng Dialog Kerukunan bertema “Jaga Kerukunan, Cegah Konflik di Sumatera Utara”.

Pertemuan strategis ini berlangsung di Rakan Kuphi Medan, Kamis (02/07/2026), dihadiri lintas instansi untuk merumuskan langkah nyata merawat kedamaian di tengah keberagaman wilayah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Kepala Kanwil Kemenagsu ke Badan Kesbangpol Sumut.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Bakesbangpol Sumut, FKUB Sumut, Satgas Densus 88 AT Polri, BIN Sumut, serta pejabat dan pembina keagamaan di lingkungan Kanwil Kemenagsu.

Usai ngopi bareng, foto bersama

Membuka acara, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenagsu Syafrizal Bancin menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.

Baca Juga :  Penasehat Forwaka Tanjungbalai Terpilih Ketua PWI 2026–2029, Saufi: Kepemimpinan Kebersamaan Untuk Jurnalis Profesional

Ia menegaskan, dengan karakter Sumatera Utara yang multietnis dan multiagama, sinergi antarpemangku kebijakan adalah kunci utama.

“Semua agama mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. Jika kita bergandengan tangan, maka Sumut akan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengajak penyuluh agama turun langsung ke masyarakat agar pesan moderasi beragama benar‑benar meresap hingga ke akar rumput.

Kepala Badan Kesbangpol Sumut, Mulyono, menekankan bahwa menjaga kerukunan adalah syarat mutlak agar pembangunan berjalan lancar.

Ia mengingatkan adanya potensi kerawanan yang masih ada, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun keagamaan.

Tantangan terbesar saat ini adalah penyebaran berita bohong dan provokasi di media sosial yang dapat memperbesar masalah kecil menjadi konflik luas.

Baca Juga :  Dituding Tak Transparan, Kepala MTsN 2 Madina : Rangkaian seleksi PMBM telah Memenuhi SOP

Sementara itu, Ketua FKUB Sumut M. Hatta Siregar memaparkan lima strategi utama dalam merawat toleransi: dialog lintas iman berkala, penerbitan imbauan damai, kolaborasi kelembagaan, penguatan moderasi beragama, serta penyuluhan berbasis komunitas.

Dari sisi keamanan, Kasatgas Densus 88 AT Polri, Kompol Albert Arisandi, menyampaikan kabar baik bahwa Sumatera Utara telah mencatat nol peristiwa teror selama 3,5 tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya pergeseran pola gerakan radikalisme yang kini makin masif bergerak di ruang maya, seiring menyempitnya ruang gerak fisik.

Hal ini menjadi tantangan bersama yang harus dijawab dengan kerja sama lintas sektor.

Pertemuan ini mempertegas komitmen bersama seluruh elemen di Sumatera Utara untuk terus memperkuat jaring pengaman sosial, memantau dinamika di dunia maya, serta menjaga keberagaman sebagai kekuatan besar daerah. (***)

Baca Juga :  Terkait Status Penyerahan Fasum dan Fasos Perumahan, Kadis PUTR Asahan Bungkam Dikonfirmasi

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News