Bakti Sosial HLUN 2026 di Percut Sei Tuan; Hadirkan Layanan Lengkap dan Bantuan Sosial Rp453 Juta
Ringkasan Berita:
Kolaborasi lintas instansi menghadirkan layanan terpadu bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, legalitas dokumen, hingga bantuan sosial. Program Sekolah Rakyat dan layanan isbat nikah menjadi solusi nyata memutus rantai hambatan akses layanan publik, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
DATAPOST.ID | PERCUT SEI TUAN – Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Kementerian Sosial RI bersama Pemkab Deli Serdang dan sejumlah instansi terkait menggelar bakti sosial terpadu di Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan beragam layanan serta menyalurkan bantuan senilai total Rp453.825.500 bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kemensos RI melalui Sentra Insyaf Medan, Pemkab Deli Serdang, Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Kementerian Agama, serta dinas terkait lainnya. Sasarannya meliputi lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, dan kelompok rentan lainnya.
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo mengapresiasi kegiatan ini karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyampaikan salah satu program unggulan yang disosialisasikan adalah Sekolah Rakyat di Hamparan Perak, yang menyediakan pendidikan gratis lengkap dengan asrama modern bagi anak putus sekolah atau yang terkendala biaya.
“Kami ingin tidak ada anak yang terhenti pendidikannya. Sekolah Rakyat hadir menjawab kebutuhan ini, seluruh biaya ditanggung pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, diselenggarakan pula layanan sidang isbat nikah untuk 65 pasangan dan penduplikasian buku nikah bagi 86 pasangan. Lom Lom menegaskan dokumen pernikahan resmi menjadi syarat penting agar warga dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi lainnya tanpa hambatan.
Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Hasim menyatakan kegiatan ini bukan seremonial semata, melainkan upaya mendekatkan layanan ke tengah masyarakat. “Kami pastikan bantuan dan layanan sampai langsung kepada yang berhak,” katanya.
Kepala Sentra Insyaf Medan Langgeng Setiawan melaporkan selain layanan dokumen, tersedia juga pemeriksaan kesehatan gratis, fisioterapi, konseling psikologis, serta pelayanan kependudukan.
Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang disalurkan meliputi:
– Lansia: Rp47,35 juta untuk 90 orang
– Kelompok rentan: Rp80,02 juta untuk 130 orang
– Anak: Rp113,15 juta untuk 31 orang
– Disabilitas: Rp185,89 juta untuk 75 orang
– Penyintas NAPZA: Rp5 juta untuk 2 orang
– ODHIV: Rp22,4 juta untuk 8 orang
Warga juga menerima alat bantu seperti kursi roda, alat dengar, tongkat penyangga, serta paket sembako dan perlengkapan pendukung lainnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal. Layanan terpadu dan bantuan yang diberikan menjadi bukti komitmen meningkatkan kualitas hidup, menjamin kepastian hukum, serta mempermudah akses pendidikan dan kesehatan bagi seluruh warga Deli Serdang. (Rill/***)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan