Wajah Nyata Moderasi Beragama: Lisna Novelina, Guru Kristen di MIN Toba Samosir, Ajarkan Indahnya Keberagaman
DATAPOST.ID | TOBA SAMOSIR – Sebuah kisah haru dan inspiratif hadir dari Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), menyuguhkan bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa yang indah.
Lisna Novelina Tambunan, gadis kelahiran 2002 yang lahir dari keluarga sederhana, kini menjadi sorotan bukan hanya karena keberhasilannya menembus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama di usia muda, melainkan juga karena sikapnya yang menjadi teladan moderasi beragama.
Beragama Kristen, Lisna kini mengabdi sebagai guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir, di tengah lingkungan mayoritas muslim yang harmonis dan saling menghargai.

Putri pasangan Parlindungan Tambunan dan Marsiani Br Saragih ini tumbuh besar dengan didikan keras dan kerja keras serta keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan mengubah nasib.
Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara ibunya seorang ASN lulusan SMA yang gigih membiayai pendidikan anak-anaknya.
Sejak sekolah, Lisna bercita-cita di bidang olahraga. Kegagalannya masuk perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN tidak mematahkan semangatnya, meski saat itu keluarga sedang berjuang di tengah pandemi dan keterbatasan ekonomi.
Ia bangkit dan berhasil lolos seleksi SBMPTN, masuk Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi di Universitas Negeri Medan pada tahun 2020.
Perjalanan kuliahnya pun tak mulus. Di semester tiga, ia hampir menyerah karena beban akademik dan fisik yang berat.
Namun, nasihat ibunya, “setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas,” menjadi bahan bakar semangatnya. Lisna lulus pada tahun 2024 dengan predikat memuaskan dan IPK 3,65.
Setelah lulus, ia bekerja sebagai guru pengganti dengan penghasilan pas-pasan. Tanpa mengikuti bimbingan belajar mahal, ia mengandalkan belajar mandiri dan berdoa saat mempersiapkan tes CPNS.
Usaha itu berbuah manis: Lisna lulus CPNS Kemenag formasi Guru Ahli Pertama Penjasorkes dan ditempatkan di kampung halamannya sendiri, Tobasa.
Di usia 23 tahun, ia menjadi salah satu ASN termuda di daerah itu, dan kebahagiaan keluarga pun pecah saat kabar itu didengar.
“Kisah Inspiratif Lisna Novelina Tambunan: Perjuangan Anak Tukang Lemari Hingga Jadi ASN Termuda, Bukti Nyata Moderasi Beragama di MIN Toba Samosir”
Tantangan sesungguhnya justru hadir saat ia mulai bertugas. Sebagai pemeluk agama Kristen, Lisna ditugaskan di lingkungan madrasah yang mayoritas warganya beragama Islam.
Awalnya rasa cemas dan khawatir menyelimuti hatinya, ragu apakah ia akan diterima oleh rekan kerja maupun peserta didik.
Namun, kekhawatiran itu perlahan hilang dan berubah menjadi kehangatan yang menyentuh hati.
Di MIN Toba Samosir, Lisna menemukan makna kedamaian dan toleransi yang sesungguhnya. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan tangan terbuka, tidak pernah mempersoalkan perbedaan keyakinan, dan memberinya ruang kerja yang nyaman tanpa paksaan apapun.
Sebaliknya, Lisna pun turut menjaga keharmonisan dengan menghormati budaya, tata krama, dan tradisi yang berlaku di madrasah tersebut.
“Ketika ada yang bertanya, saya jawab dengan santai dan senyum bahwa saya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di sini. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, tapi sesuatu yang hidup dan nyata dalam keseharian,” ungkap Lisna dengan tulus.
Baginya, keberagaman adalah anugerah yang wajib dijaga. Perbedaan agama tidak menjadi sekat, melainkan jembatan untuk saling menghormati dan bekerja sama memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa.
Lisna percaya, moderasi beragama tumbuh bukan dari teori, melainkan dari sikap saling menerima keberadaan satu sama lain.
Kisah Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat indah bagi kita semua: bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras dan doa orang tua, serta bahwa di negeri ini, perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan saat diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang.
Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna telah menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang menginspirasi banyak orang. (HMS/***)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan