Usai Demo, GEMPPAR Lapor Dugaan Korupsi Disporapar & Minta Mantan Kadis Diperiksa
DATAPOST.ID | ASAHAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan menggelar aksi demonstrasi secara beruntun di tiga lokasi strategis, Selasa (5/6/2026).
Diawali dari Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), bergerak ke Kantor Bupati Asahan, hingga berakhir di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan. Di titik akhir, kelompok mahasiswa ini secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah Cabang Olahraga (Cabor) dan mendesak penegak hukum memanggil mantan kepala dinas serta pejabat terkait.
Massa berdatangan menggunakan sepeda motor dan becak motor (betor), membawa spanduk bertuliskan tuntutan serta mengerahkan pengeras suara untuk menyuarakan aspirasi.
Dalam orasinya, Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan Panjaitan, menuding adanya indikasi kuat penyalahgunaan anggaran yang terjadi setiap tahunnya pada penyaluran dana hibah kepada berbagai cabang olahraga di lingkungan Disporapar Asahan.
“Kami menilai ada dugaan korupsi yang sangat jelas dan nyata menggerogoti dana hibah Cabor di Disporapar. Untuk itu, kami menuntut Kejaksaan Negeri Asahan segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala Disporapar, Witoyo, serta Kepala Bidang Olahraga, Taufik. Mereka diduga kuat adalah aktor utama di balik penyimpangan ini,” tegas Raihan Panjaitan dengan tegas di hadapan gerbang Kejari Asahan.
“Aksi Beruntun Mahasiswa: Mulai dari Pemberian Kartu Kuning Kinerja di Disporapar, Diteruskan ke Kantor Bupati yang Tak Diterima Pejabat, Hingga Berakhir dengan Pelaporan Resmi Dugaan Korupsi Dana Hibah Cabor ke Kejari Asahan”
Raihan menegaskan bahwa kedatangan pihaknya ke kantor penegak hukum bukan sekadar protes, melainkan langkah hukum nyata. “Hari ini GEMPPAR secara resmi menyerahkan laporan dugaan korupsi Disporapar ke meja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Asahan. Kami berharap laporan ini tidak berhenti di sini, melainkan segera diproses hingga ke tahap penyelidikan dan pengungkapan fakta hukum,” tambahnya.
Sebelum bermaksud melaporkan ke Kejari, massa aksi terlebih dahulu berkumpul dan melakukan orasi damai di Kantor Disporapar yang beralamat di Jalan Madong Lubis, Kisaran.
Di lokasi tersebut, mereka diterima langsung oleh Kabid Olahraga, Taufik. Di hadapan pejabat yang dituding terlibat tersebut, para mahasiswa memberikan simbolisasi ‘Kartu Kuning‘ sebagai tanda ketidakpuasan dan penilaian bahwa kinerja serta transparansi pengelolaan anggaran dinas dinilai buruk dan merugikan publik.
Setelah puas menyampaikan aspirasi di Disporapar, rombongan demonstran kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Asahan di Jalan Jenderal Sudirman, Kisaran.
Namun, di lokasi ini rasa kecewa menghampiri massa karena tidak ada satu pun pejabat tinggi atau perwakilan pemerintah daerah yang bersedia keluar dan menerima aspirasi mereka.
Merasa tidak didengar di lingkungan eksekutif, massa pun memutuskan untuk langsung bergeser ke kantor penegak hukum guna menuntut keadilan.
Merespons kedatangan ratusan massa tersebut, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Asahan, Heriyanto Manurung, S.H., turun langsung menemui dan berdialog dengan para demonstran. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti laporan tersebut selama dilengkapi dengan data dan alat bukti yang sah.
“Silakan adik-adik mahasiswa masukkan laporannya ke PTSP Kejari Asahan lengkap dengan bukti-bukti yang ada. Jika laporan sudah masuk dan persyaratannya lengkap, kami pastikan akan segera diproses dan dilanjutkan ke tahap penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Heriyanto Manurung memberikan jaminan kepastian hukum.
Setelah mendapatkan kepastian dari pihak Kejari, Raihan Panjaitan selaku pimpinan aksi segera masuk ke ruang pelayanan dan menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi tersebut secara resmi.
Aksi ini menjadi bukti nyata pengawasan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah. GEMPPAR menegaskan tidak akan berhenti di tahap pelaporan saja, melainkan akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas, agar anggaran yang seharusnya digunakan untuk memajukan dunia olahraga Asahan tidak lagi habis dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (Dicky)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan