DATAPOST.ID MEDAN – Kabar gembira datang dari Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, memastikan sebanyak 380 jemaah haji Kloter 16 Embarkasi Surabaya (SUB 16) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah tiba dengan selamat dan sehat walafiat di Bandara Madinah, Arab Saudi.

Kabar baik ini disampaikan Zulkifli kepada awak media pada Selasa (28/4/2026).

“Alhamdulillah, jemaah haji Kloter SUB 16 telah landing di Bandara Madinah pada pukul 04.22 waktu Arab Saudi,” ujar Zulkifli Sitorus.

Pesawat Saudi Airlines yang membawa rombongan ini sebelumnya sempat mengalami kendala teknis dan melakukan pendaratan darurat (technical landing) di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, saat dalam perjalanan menuju Madinah. Demi mengutamakan keselamatan, keputusan diambil untuk menurunkan seluruh penumpang dan melakukan perbaikan menyeluruh.

Baca Juga :  Simbol Semangat Baru, Wakapolres Nias beserta Jajaran Sambut Kedatangan Kapolres di Bandara Binaka

Setelah melalui proses penanganan yang cepat dan terkoordinasi, serta sempat bermalam di fasilitas transit yang disediakan maskapai di Medan, pesawat akhirnya dinyatakan layak terbang kembali.

“Seluruh jemaah berjumlah 380 orang dalam kondisi sehat dan sudah menuju hotel di Madinah menggunakan sembilan unit bus. Keberangkatan bus terakhir tercatat pada pukul 05.35 waktu Arab Saudi,” tambahnya.

Penanganan Cepat dan Terukur

Saat pertama kali mendarat di Kualanamu, suasana sempat diwarnai kekhawatiran. Namun, respons cepat dari Kementerian Haji dan Umrah serta pihak maskapai berhasil membuat situasi tetap kondusif.

Bahkan, Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Ian Heriawan turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan lancar sesuai arahan Menteri dan Wakil Menteri. Ia meninjau langsung proses perbaikan pesawat yang dilakukan ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Bupati Madina dan BPJS Ketenagakerjaan Tandatangani MOU : "Perlindungan Tenaga Kerja Non ASN Tanggung Jawab Pemerintah"

Setelah dinyatakan aman, pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh jemaah kembali naik ke pesawat dan melanjutkan perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci.

Sebagai bentuk permohonan maaf dan apresiasi atas kesabaran jemaah, pihak Saudi Airlines juga memberikan cenderamata atau souvenir kepada seluruh tamu Allah setibanya di Madinah.

Zulkifli menegaskan, insiden ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pelayanan haji Indonesia sangat siap menghadapi situasi darurat.

“Negara hadir tidak hanya saat keberangkatan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah dalam kondisi apa pun,” pungkasnya.

“Yang paling penting adalah seluruh jemaah sampai dengan selamat, sehat, dan tetap tenang menjalankan ibadahnya. Alhamdulillah semua itu dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya

Baca Juga :  Manisnya Pelayanan KUA Medan Perjuangan: Kue Lebaran Mencairkan Sekat Birokrasi

Dengan tiba selamatnya seluruh jemaah di Madinah, rangkaian penanganan situasi darurat ini dinilai berjalan sukses. Kini para jemaah dapat melanjutkan ibadah dan rangkaian ziarah dengan tenang dan khusyuk. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News