DATAPOST.ID | GUNUNGSITOLI – Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumatera Utara, Irfandi, secara resmi melantik pengurus Forwaka Gunungsitoli masa bakti 2026–2028 pada Senin (27/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Nias Palace Hotel dan dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Dr. Firman Halawa, SH., MH, beserta jajaran pejabat struktural.

Suasana seremoni semakin hidup dengan penampilan atraksi tari dan seni budaya khas Nias yang menampilkan identitas kearifan lokal. Turut hadir Sekretaris Forwaka Sumut T. Andry Pratama, Bendahara Awaluddin Lubis, serta pengurus Forwaka dari daerah lain termasuk Ketua Forwaka Nias Selatan Budi H. Gowasa.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Dr. Firman Halawa, SH., MH, menegaskan bahwa keberadaan Forwaka akan senantiasa dihadapkan pada berbagai tantangan ke depannya. Namun hal itu justru menjadi bagian dari wujud sinergi yang dibangun bersama.

Rombongan Pengurus Forwaka Sumut (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) serta Kajari Gunungsitoli dikalungkan (pengalungan) sebagai tamu kehormatan

“Forum ini melekat erat dengan institusi kejaksaan, sehingga tugas kita bersama adalah mempublikasikan kinerja positif, sekaligus menjalankan fungsi edukasi hukum dan kontrol sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan dan independensi pers adalah harga mati. Kritik sangat diharapkan, asalkan bersifat konstruktif dan berlandaskan data yang jelas.

Baca Juga :  Kades di Asahan Dilema Terkait Pemasangan Videotron, Plt Kadis PMD Mengaku Tak Mengetahui Apalagi Memberi Izin

“Kami bukan manusia sempurna, pasti ada kekurangan. Oleh karena itu, masukan dari rekan media sangat kami butuhkan untuk perbaikan. Namun pastikan setiap berita itu objektif, jangan hanya berdasarkan opini semata,” tegasnya.

Kajari Gunungsitoli dan Pengurus Forwaka Sumut disambut tari-tarian adat Nias.

Kajari juga mengajak seluruh anggota Forwaka untuk membangun koordinasi yang terarah dengan setiap bidang di kejaksaan. Mulai dari Kasi Inteljen, Kasi Pidum, Kasi Datun, Kasi BB hingga Kasi Pidsus, seluruh capaian dan kegiatan penegakan hukum layak disampaikan ke publik.

“Yang paling penting, cantumkan sumber informasi dengan jelas. Jangan dikurangi atau ditambah, agar tidak menimbulkan penafsiran yang salah dan memicu isu liar yang merugikan semua pihak,” pesannya.

Amanah Besar Bagi Pengurus Baru

Sementara itu, Ketua Forwaka Gunungsitoli Bothaniman J Telaumbanua menyampaikan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar status, melainkan bentuk pengabdian untuk mengawal penegakan hukum yang adil dan transparan.

“Kerja keras jajaran Kejaksaan tidak akan maksimal tersampaikan ke masyarakat tanpa peran media. Oleh karena itu, kita hadir bukan hanya sebagai corong informasi, tapi juga mitra yang kritis dan solutif,” ujarnya.

Ia mengingatkan tantangan di era digital yang semakin kompleks, di mana hoaks kerap menyamar sebagai kebenaran. “Di sinilah peran kita diuji. Kita harus jadi garda terdepan dalam memverifikasi fakta, agar informasi yang sampai ke masyarakat adalah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ahmad Qosbi Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter Terkahir : "Mohon Maaf Atas Salah dan Khilaf Dalam Pelayanan"

Perwakilan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias juga memberikan apresiasi, sekaligus menyatakan bahwa terbentuknya Forwaka membuktikan pola pikir wartawan di daerah ini sudah maju dan tidak mau tertinggal dari daerah lain.

“Kalau ada yang merasa aneh dengan keberadaan forum ini, itu tandanya pemikiran mereka masih sempit. Kita harus sejajar dan setara dengan rekan-rekan di daerah lain yang sudah lebih dulu membangun wadah serupa,” tegas Ketua SMSI Kepulauan Nias Suarman Telaumbanua

Seremoni Bukan Tujuan Utama

Ketua Forwaka Sumut Irfandi dalam amanatnya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari jajaran kejaksaan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan Jaksa Agung untuk membangun kemitraan strategis antarinstansi.

Irfandi juga memuji prestasi Kejaksaan Tinggi Sumut yang dinilainya sebagai “emas kebersihan”, terbukti dari keberhasilan mengembalikan keuangan negara, menerapkan keadilan restoratif, dan menjalankan tugas sebagai pengacara negara.

Baca Juga :  252 SK Pj. Kepala Desa Diserahkan, Ini Kata Bupati Madina

“Tujuan kita bukan sekadar pesta seremonial. Yang penting, forum ini bisa berkontribusi seperti air—menyaring informasi—agar hanya yang benar dan bermanfaat yang sampai ke masyarakat,” ujar Irfandi.

Ia mengutip falsafah hukum yang kemudian diterjemahkan ke dalam etika jurnalistik: “Lebih baik menahan seribu berita yang sudah benar, daripada memberitakan satu berita yang tidak benar.”

“Setiap tulisan kita akan dipertanggungjawabkan, bahkan di akhirat kelak. Satu kalimat saja bisa mengangkat ataupun menjatuhkan seseorang. Oleh karena itu, integritas harus jadi dasar setiap kerja kita,” pesannya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan dan prosesi pelantikan pengurus Forwaka Gunungsitoli, yang diharapkan menjadi titik awal sinergi yang semakin kuat antara media dan penegak hukum.

Dengan terbentuknya Forwaka Gunungsitoli, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan transparan, sehingga dapat mendukung kemajuan penegakan hukum dan pembangunan daerah.

Penulis: Makmur Gulo                                  Editor: Awaluddin Lubis

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News