DATAPOST.ID JAKARTA – Jajaran Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “GASS Ramadhan” (Gerakan Aksi Silaturahmi dan Sedekah) di Pondok Pesantren Al-Islamiyah PUI Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi antarlembaga dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan santri serta warga sekitar terhadap ancaman radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme yang semakin marak di era digital.

Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 menyalurkan bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok kepada para santri dan warga sekitar lingkungan pesantren.

Selain itu, acara juga diisi dengan sesi edukasi yang fokus pada bahaya penyebaran ideologi kekerasan yang kini kerap menyasar generasi muda melalui berbagai platform daring.

Baca Juga :  Zakaria Rambe : Bolak Baliknya Berkas, Menunjukkan Tidak Siapnya Penyidik Membuktikan Keterlibatan EEL

Kombes Pol Moh Dofir, yang hadir mewakili pimpinan Densus 88, menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, ulama, dan masyarakat dalam membentengi lingkungan pendidikan dari pengaruh ideologi yang merusak. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat dan cinta tanah air.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat dan cinta tanah air. Melalui silaturahmi dan sedekah ini, kami berharap hubungan antara aparat, ulama, dan masyarakat semakin kuat,” ujar Kombes Pol Moh Dofir dalam sambutannya.

Sebagai narasumber utama, AKP Mirza memaparkan materi mengenai risiko penyalahgunaan media sosial sebagai sarana propaganda kelompok radikal.

Ia menjelaskan bahwa narasi kebencian dan konten yang memecah belah sering kali dikemas dengan cara yang menarik untuk memikat perhatian anak muda. Oleh karena itu, penguatan literasi digital bagi para santri menjadi hal yang sangat penting agar tidak mudah terjebak dalam informasi hoaks atau konten provokatif.

Baca Juga :  Oknum Polsek Lingga Bayu Penganiaya Korban Diperiksa Propam Polres Madina

“Di era digital, siapa pun bisa menyebarkan informasi. Masyarakat harus bijak, selalu melakukan verifikasi, dan tidak mudah terpancing oleh konten yang merusak persatuan,” tegas AKP Mirza.

Kegiatan yang juga diisi dengan dialog kebangsaan mengenai pentingnya menjaga nilai toleransi dan persatuan ini mendapat sambutan positif dari pihak pesantren.

Pihak Pondok Pesantren Al-Islamiyah PUI Jakarta menyambut baik inisiatif Densus 88 ini dan berharap kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dan aparat keamanan dapat terus berlanjut demi melindungi generasi penerus bangsa dari pengaruh ideologi yang berbahaya. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News