Jaksa Perempuan Tangguh Pembela Kaum Perempuan Papua
DATAPOST.ID PAPUA — Pelayanan dan Penegakan Hukum Kejaksaan Republik Indonesia Profesional, Berintegritas dan Humanis telah terpatri dalam diri Dr. Kusufi Esti Ridliani, SH., MH.
Dia mampu mengimplementasikan peran kejaksaan dalam membela, memperjuangkan hak perempuan dan anak lewat pendirian Posko Akses Keadilan pada Kejati Papua.
Posko Akses Keadilan Perempuan merupakan sebuah inovasi layanan dari Kejati Papua untuk memberikan akses keadilan yang lebih mudah serta responsif bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang menjadi korban atau saksi tindak pidana, terutama yang berkaitan dengan kekerasan seksual.
“Posko Akses Keadilan Kejati Papua ini bertujuan untuk memastikan bahwa kelompok rentan ini, perempuan Papua mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan akses terhadap proses hukum yang adil”, tutur Kusufi dalam obrolannya dengan media, Selasa (05/08/2025)
Jaksa perempuan berhijab yang akrab disapa Kusufi itu, tanpa kenal lelah turun ke pelosok pelosok pedesaan yang ada di Papua untuk memberikan pendampingan dan memastikan penanganan perkara pidana bagi perempuan sebagai korban untuk memperoleh keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum.
Hal tersebut dilakukannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan, anak-anak, dan juga bagi penyandang disabilitas serta pentingnya perlindungan terhadap mereka, perempuan dan anak yang sebagai korban pidana yang harus berhadapan dengan proses hukum.
Dalam setiap pertemuan dengan komunitas perempuan Papua dan elemen masyarakat lainnya, Jaksa peraih gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya Malang ini meminta masyarakat lebih berani untuk melaporkan kasus kekerasan yang mereka alami atau saksikan.
Kusufi bersama kelompok peduli kaum perempuan yang ada di Papua rutin menggelar sosialisasi tentang hak-hak perempuan, kampanye sadar hukum dan memperjuangkan kesetaraan gender, agar perempuan Papua memperoleh akses pendidikan, kesehatan hingga lapangan kerja.
Dia menggandeng kelompok peduli kaum perempuan yang ada di Papua dan pemerintah daerah setempat untuk memfasilitasi pelatihan dan ketrampilan kerja bagi kaum perempuan Papua. Mendorong kaum Perempuan Papua memiliki keahlian dalam dunia kerja maupun pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerja-kerja hebat Kusufi, magister hukum dari Universitas Airlangga Surabaya ini dalam membela dan memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender di Papua ini rupanya menaruh perhatian Dewan Pakar ADHYAKSA AWARD 2025, penghargaan bergengsi yang khusus diberikan kepada sejumlah Jaksa yang dinilai berkontribusi dalam penegakan hukum maupun pemberdayaan masyarakat.

Kegigihan Kusufi, Jaksa perempuan alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini membuatnya terpilih sebagai salah satu nominator penerima penghargaan ADHYAKSA AWARD 2025, kategori Jaksa Inovatif Dalam Penegakan Hukum.
Menyadari dirinya adalah jaksa yang ditempatkan di Papua, yang masuk dalam kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), Kusufi justru mampu menjalaninya dengan penuh totalitas, berdedikasi dan disiplin, dengan beragam perjuangan dan tantangan. Dia adalah sosok Jaksa perempuan hebat dan tangguh.
Hanya satu tekadnya, perempuan Papua setara dengan warga berjenis laki-laki lainnya. Kusufi menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, kekerasan budaya dan eksploitasi seksual.
Yuk baca berita datapost.id
Banyak konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan