UMK Difabel Sudah Tersertifikasi Halal, Ini Harapan BPJPH
DATAPOST.ID DELI SERDANG — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Kepala BPJPH, Alfriansyah Noor saat membuka acara Diseminasi Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Kegiatan dilaksanakan di Balairung Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, Sumut
Hadir dalam kegiatan itu, Komisi VIII DPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, dan Bank Sumut, serta lebih dari 200 pelaku usaha dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku usaha kecil.
140 Ribu UMK, Sertifikasi Halal Jadi Strategi Daya Saing
Di Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi besar untuk sektor UMK, dengan jumlah mencapai 140.059 unit usaha.
Pejabat Sekretaris Daerah Deli Serdang, Dedi Mashardy, menyampaikan bahwa sekitar 6,94% diantaranya merupakan binaan aktif pemerintah daerah.
“Kami terus mengupayakan legalitas usaha, termasuk melalui fasilitasi sertifikasi halal. Kombinasi antara dukungan pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memperkuat UMKM agar mampu bersaing, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini”, ujarnya.
Wakil Kepala BPJPH, Afriansyah Noor, menambahkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha.
“Data kami menunjukkan bahwa pelaku usaha yang telah bersertifikat halal mengalami peningkatan omzet hingga 40%. Ini menjadi bukti bahwa produk halal yang terjamin kualitasnya mampu meningkatkan kepercayaan pasar”, kata Alfriansyah Noor.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar mengintegrasikan program halal ke dalam anggaran pembangunan, sesuai dengan ruang fiskal yang telah diatur dalam Permendagri Nomor 15 Tahun 2024.
Sertifikat Halal dan KUR untuk UMK, Dampak Nyata di Lapangan
Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan simbolis sertifikat halal kepada 4 pelaku usaha binaan Pemkab Deli Serdang, serta penyaluran bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sumut kepada 3 pelaku usaha lainnya.
Hadir juga pelaku usaha penyandang disabilitas, Sugiyono, pemilik jenama As-Syifa yang memproduksi kerupuk tempe. Seluruh produknya telah bersertifikat halal.

Ia menyampaikan bahwa dukungan pemerintah sangat membantu proses pengurusan sertifikat.
“Saya awalnya mengira pengurusannya rumit, apalagi saya difabel dan usahanya kecil. Tapi ternyata didampingi terus sampai selesai. Sekarang semua produk saya sudah bersertifikat halal, dan pembeli makin percaya. Ini sangat membantu kami”, ungkap Sugiyono, pelaku usaha disabilitas.
Kehadiran Sugiyono dan pelaku usaha kecil lainnya menjadi bukti bahwa program sertifikasi halal yang dijalankan BPJPH bersifat inklusif, menjangkau semua kalangan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial maupun keterbatasan fisik.
Penguatan layanan halal di Sumatera Utara juga tidak lepas dari peran Satuan Tugas Layanan Halal yang berada di bawah naungan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara.
Satgas ini aktif dalam melakukan sosialisasi, pendampingan, hingga fasilitasi pengajuan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di kabupaten/kota.
Selain itu, keterlibatan penyuluh agama yang menjadi Pendamping Proses Produk Halal (P3H) turut memperluas jangkauan program SEHATI hingga ke tingkat akar rumput. Mereka menjadi ujung tombak dalam mendampingi pelaku usaha kecil agar dapat memenuhi persyaratan sertifikasi halal secara mandiri.
Kehadiran Satgas dan para pendamping inilah yang menjadi simpul penting dalam memastikan program-program BPJPH berjalan optimal dan merata di daerah.
Target 1 Desa 2 Juleha dan Penguatan Rantai Halal Daerah
Afriansyah Noor juga menegaskan bahwa BPJPH akan terus memperluas ekosistem halal nasional dengan dukungan pemerintah daerah dan legislatif.
Salah satu arah strategisnya adalah target nasional “1 Desa 2 Juleha (Juru Sembelih Halal)” untuk memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir.
“Indonesia menargetkan menjadi pusat industri halal dunia. Kuncinya adalah keterlibatan aktif pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kabupaten Deli Serdang sudah punya modal kuat untuk jadi contoh”, pungkasnya.
Deli Serdang sendiri mendapatkan alokasi kuota 40.000 Sertifikasi Halal Gratis (Program SEHATI) pada tahun ini. Namun, hingga saat ini baru tercatat 9.860 sertifikat halal yang berhasil diterbitkan, mencakup 17.806 produk dari pelaku usaha.
Angka ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total capaian Provinsi Sumatera Utara yang telah menerbitkan 85.552 sertifikat halal untuk 187.208 produk per 29 Juli 2025.
Yuk baca berita datapost.id
Banyak konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan