MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Tim Terpadu dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan hingga kawasan Sungai Batang Gadis, Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu masyarakat, Umar Lubis, menyampaikan dukungan penuh terhadap komitmen Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam memberantas PETI yang selama ini dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.

Umar Lubis menceritakan kondisi lingkungan di Kabupaten Madina saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ini merupakan akibat ulah segelintir oknum yang hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap alam maupun masyarakat.

“Sudah saatnya kita semua berdiri bersama mendukung langkah pemerintah. Jangan sampai kepentingan segelintir orang mengorbankan masa depan anak cucu kita. Alam yang rusak akan meninggalkan penderitaan yang panjang bagi masyarakat,” ujarnya kepada media, Minggu (05/07/2026).

Baca Juga :  DPP FABEM Serukan Revolusi Kedaulatan Energi Dan Tangkap Koruptor Ke Presiden

Dia mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah hilir sungai menjadi pihak yang paling merasakan dampak aktivitas PETI. Sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini berubah keruh dan diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan ilegal.

“Dulu masyarakat menggantungkan hidup dari sungai. Banyak yang mencari ikan untuk kebutuhan keluarga. Sekarang air sungai sudah tercemar, ikan semakin sulit didapat, dan ekosistem sungai rusak akibat ulah manusia-manusia yang serakah,” katanya.

Umar Lubis menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, merusak mata pencaharian warga, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor akibat rusaknya daerah aliran sungai.

Ia juga berharap Gubernur Sumut, Bobby Nasution, tidak pernah berhenti memperjuangkan penyelamatan Madina dari ancaman pertambangan emas ilegal.

Baca Juga :  Rakor Forkopimda, Kapolres Madina : Pemberantasan PETI Harus Dilakukan Secepatnya
Ket foto : Lokasi PETI di Kecamatan Kotanopan. (Ist)

“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution agar tetap konsisten dan tidak pernah berhenti menyelamatkan Madina. Masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam upaya memberantas PETI. Kami berharap operasi penertiban terus dilakukan hingga benar-benar tidak ada lagi tambang ilegal yang merusak hutan, sungai, dan kehidupan masyarakat,” harap Umar.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan praktik tambang ilegal yang dinilai semakin merajalela dan diduga dikendalikan oleh oknum-oknum mafia tambang.

Melawan PETI

“Mari kita bersama-sama melawan tambang ilegal. Jangan biarkan segelintir orang memperkaya diri dengan menghancurkan tanah yang menjadi sumber kehidupan kita. Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas PETI. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, maka masyarakat sendiri yang akan menanggung akibatnya di kemudian hari.

“Jangan sampai Tanah Gordang Sambilan yang kita banggakan berubah menjadi kubangan air akibat keserakahan manusia. Hutan habis, sungai rusak, ikan menghilang, sawah terdampak, dan bencana akan datang silih berganti. Sebelum alam murka kepada kita, mari kita jaga bersama bumi yang kita warisi dari leluhur untuk kita titipkan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Baca Juga :  Rumuskan Sikap Kebangsaan, SMSI Gelar Rapat Bersama Dewan Pembina dan Dewan Pakar

Umar Lubis berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumut, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar pemberantasan PETI dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Beliau menambahkan, menyelamatkan Madina dari tambang ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menjaga warisan alam, sumber kehidupan masyarakat, dan masa depan generasi yang akan datang.

Sebelumnya diketahui, tim terpadu Pemprov Sumut yang dipimpin Kadis Perindag dan ESDM Sumut, Dedi JP Harahap, Kamis (02/07/2026) melakukan penertiban PETI di Kecamatan Kotanopan dan menindak alat berat yang di gunakan untuk aktifitas PETI. (*)