MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Saluran irigasi seringkali menjadi permasalahan bagi para petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), karena air yang seharusnya mengalir malah tidak mengaliri sawah warga.

Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Madina mengingat mayoritas dari warga kabupaten ini berprofesi petani dan mencari nafkah dari lahan pertaniannya.

Namun sangat disayangkan, Pemerintah Kabupaten Madina disinyalir tidak bergerak sesuai harapan. Sebab mereka tidak hadir sebelum permasalahan itu ada, mereka hadir ketika permasalahan itu semakin parah.

Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) Madina, Farhan Donganta, SE menanggapi hal ini mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab saluran air irigasi tak mengaliri sawah-sawah warga, termasuk lumpur sedimen yang menumpuk.

Baca Juga :  Pemkab Diminta Transparan Umumkan Hasil Penelitian Lumpur Panas Roburan Dolok, Komandan Madina : Terbukti Lalai Cabut Izin PT SMGP

“Saluran irigasi yang tak mengaliri sawah dan banyaknya lumpur sedimen masih kurang diperhatikan oleh pemerintah kita, saya melihat ini sebagai kurangnya kepekaan dari pemimpin terhadap warganya,”ujar Farhan, Selasa (08/07/2025) malam.

Farhan pun menegaskan dalam hal ini sudah seharusnya pemerintah hadir di sawah warga sebelum ada masalah, bukan ketika masalah menjadi parah. Karena akibatnya adalah kurangnya “problem solving” dan tindakan untuk antisipasi.

“Kita dapat melihat bahwa keteledoran dari pemerintah ini berakibat pada pangan dan jika pemerintah kabupaten Madina tetap bersikap teledor atau acuh tak acuh seperti ini, maka dua kata “swasembada pangan” akan menjadi sebatas angan,”tandas Farhan.

Pemerintah kita masih alpa dalam aksi nyata seharusnya mereka hadir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan warga terkhususnya para petani.

Baca Juga :  PT. RPR Fasilitasi Kebun Kemitraan Masyarakat Desa Singkuang 1

“Aksi nyata lebih diperlukan daripada swafoto yang tak menghasilkan perubahan,”tutup Farhan mengakhiri. (*)