Penyuluh Agama Islam Diminta Siap Hadapi Tantangan Digital
DATAPOST.ID MEDAN — Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu menghadapi tantangan era digital masa kini. Oleh karenanya, Penyuluh Agama Islam harus dapat beradaptasi serta memperkuat kompetensinya.
“Penyuluh Agama Islam harus mampu dan siap, mau tidak mau harus siap menghadapi tantangan digital. Jangan gaptek, manfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya dan terus belajar tingkatkan kompetensi diri Bapak Ibu“, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi Nasution, S.Ag., MM., memotivasi para penyuluh dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut, Dr. H. Zulfan Efendi, Ketua Tim Penyuluh Agama dan Sistem Informasi Erni Sukmawati Harahap, MM.
Saat kegiatan, Kakanwil Kemenag Sumut mengapresiasi peserta. Ia mengatakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh Agama Islam.
“Penyuluh Agama Islam merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang berada bersama masyarakat dalam menyampaikan pesan pesan pembangunan bangsa melalui Bahasa Agama”, jelasnya.
Ditegaskannya, Penyuluh Agama Islam tentu harus mampu menggunakan dan menguasai teknologi. “Kita sama sama tahu bahwa hari ini pentingnya teknologi informasi pada semua bidang, jika tidak mampu beradaptasi tentu akan ketinggalan dan tidak diminati oleh masyarakat. Bapak Ibu Penyuluh dapat menggunakan teknologi digital ini untuk menyampaikan pesan pesan agama dengan cara yang kreatif, inovatif, efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini”, kata Kakanwil Kemenag Sumut.

Beliau berpesan kepada 75 orang Penyuluh Agama Islam yang hadir pada kegiatan Bimtek Literasi Digital ini agar fokus mendengarkan apa yang disampaikan dan diarahkan narasumber.
“Ini kesempatan yang luar biasa dapat mengikuti Bimtek Literasi ini. Manfaatkan dengan sebaik baiknya. Melalui Kecerdasan Artifisial ini dapat menciptakan peluang bagi kita untuk mengembangkan potensi dan intelegensia kita. Harus tetap semangat belajar, jangan malas meningkatkan kualitas diri terutama dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat khususnya melalui media digital”, ujarnya berharap para peserta mengikuti kegiatan dengan serius.
Sumatera Utara memiliki lebih dari 1000 orang penyuluh, Ahmad Qosbi berharap semuanya naik kelas, semuanya harus terus mengembangkan potensi dan skill masing masing sehingga naik kelas dan berkelas.
“Bukan lagi penyuluh yang abal abal, gaptek, ketinggalan zaman. Tetapi jadilah penyuluh yang siap hadapi era digital, pintar, cerdas dan mampu menggunakan teknologi untuk kepentingan dakwah ditengah tengah masyarakat, sehingga menambah minat dan daya tarik masyarakat terhadap pesan pesan keagamaan dan pesan moderasi beragama”, pungkasnya.
Seirama dengan itu, Direktur Penerangan Agama Islam melalui Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Dr. H. Jamaluddin M Makri, LC., M.Si. Dia menegaskan bahwa penyuluh harus terus memperkuat perannya, dengan terus mengembangkan diri dan siap mengahadapi tantangan digital.
“Hari ini kita akan bimtek literasi digital, saya harap diikuti dengan baik, karena penyuluh agama itu harus melek digital”, ujarnya.
Jamaluddin juga mengharapkan, melalui bimtek ini akan lahir penulis penulis terbaik dari Sumatera Utara yang dapat memanfaatkan teknologi digital saat ini.
Dikatakannya, era digital kini telah menjadi suatu keharusan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tugas dan peran sebagai penyuluh.
“Peran penyuluh sangat strategis, terutama dalam memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat. Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi, pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup”, ungkapnya.
Sementara, Kasubtim Kepenyuluhan Direktorat Bina Penyuluh Agama Islam, Erlinda Adami sebagai Ketua Panitia mengatakan bahwa Bimtek Literasi Digital ini bukan hanya pelatihan semata, namun merupakan langkah strategis penguatan peran penyuluh agama yang cerdas dan bijak teknologi.
Jadi, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan AI secara etis dan akan menjadi garda terdepan menjaga moderasi beragama dan kedamaian masyarakat.
“Kegiatan Bimtek Literasi Digital berbasis AI ini diisi dengan materi pengenalan dunia digital, Teknik penggunakaan Artificial Intteligence, Literasi Digital di Era Distrupsi Teknologi dan Teknik Penulisan Naskah. Penyuluh Agama akan melakukan praktek pembuatan tulisan dengan bebasis penggunaan AI”, tandasnya mengakhiri.
Yuk baca berita datapost.id
Banyak konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan