MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Diduga kuat puluhan mobil yang tangkinya sudah di modifikasi berjejer panjang mengantre BBM jenis solar subsidi di SPBU Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jum’at (16/01/2026) malam.

Bahkan berdasarkan informasi warga Natal, setiap malam, kendaraan-kendaraan tersebut mengantri untuk mendapatkan BBM tanpa adanya pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Antrian panjang ini didominasi mobil jenis minibus, truk, hingga mobil pribadi yang diduga sengaja mengantre untuk mendapatkan solar subsidi yang selanjutnya akan dibawa ke lokasi pertambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh media ini, Sabtu (17/01/2026) menyebutkan, praktik pengompengan BBM subsidi di SPBU Panggautan telah berlangsung lama.

Baca Juga :  Kapolres Madina Dan Media Coffe Morning

“Mobil-mobil pengangkut BBM secara bergantian mengantre sejak siang hingga malam untuk mendapatkan pasokan solar dan pertalite subsidi,”ungkap salah seorang warga Natal yang identitasnya minta tak disebutkan kepada redaksi.

Ironisnya sambungnya, setelah mendapatkan BBM, sejumlah kendaraan ini kembali masuk ke antrean, akibatnya masyarakat banyak yang tidak kebagian akibat stok BBM subsidi di SPBU itu cepat habis.

Kondisi tersebut membuat warga di Kecamatan Natal merasa dirugikan dan kecewa terhadap praktek tersebut.

Selain kesulitan memperoleh BBM subsidi, antrean panjang kendaraan pengompeng juga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas, karena memakan bahu jalan di sekitar SPBU yang memiliki ruas jalan sempit.

“BBM subsidi yang dikumpulkan itu diduga kuat disalurkan ke lokasi tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Natal, Ranto Baek, dan daerah sekitarnya,”pungkasnya.

Baca Juga :  Diduga Ada Permainan Judi, IMM Madina Minta Pemerintah dan Polisi Tangkap Pengelola Pasar Malam

Atas kejadian ini, masyarakat pun mendesak Kapolres Madina, AKBP Bagus Apriandy, SIK, agar segera turun tangan menindaklanjuti keluhan warga.

Pasalnya, persoalan ini disebut telah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat tindakan tegas dari aparat setempat, khususnya Polsek Natal, yang dinilai seolah tutup mata terhadap praktik tersebut.

“Malam ini saja di SPBU Panggautan ada lebih dari 25 unit mobil pengompeng yang antre BBM subsidi, baik pertalite maupun solar. Mereka mulai antre sejak jam satu siang, setelah dapat BBM masuk antrean lagi. Ini terjadi setiap hari dan sangat meresahkan,” ujar seorang warga itu kesal.

Terakhir, Warga juga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, agar distribusi BBM tepat sasaran dan hak masyarakat tidak terus dirampas.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Madina Tindak Lanjuti Dugaan Penganiayaan Bocah Kelas 4 SD di Natal

Sementara itu Kapolsek Natal, AKP M Pakpahan ketika hendak di konfirmasi terkait hal ini di nomor 08136152****, bersangkutan tidak dapat dihubungi. (*)