MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Dengan adanya operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang). Warga Panyabungan sudah tidak risau lagi dengan kenaikan harga.

Hal ini disampaikan salah satu warga Panyabungan, Husna saat membeli beras murah di pasar eks bioskop Tapanuli yang dihadiri oleh Bupati Madina, H Saipullah Nasution didampingi Kadis Ketapang, Taufik Zulhendra Ritonga, Kamis (04/09/2025).

Dalam pengakuannya, Husna menyebutkan dengan pasar murah yang rutin dilakukan Pemkab Madina sudah meghilangkan kerisauannya akibat kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini.

“terbantu, berasnya juga bagus (premium), hanya perlu menambah air saat memasak. Sudah tiga kali beli, dan ini juga ada minyak goreng,” tambahnya.

Baca Juga :  Sambut Idul Fitri 1444 H, Pemerintah Akan Salurkan Santunan untuk Yatim dan Yatim Piatu se-Madina Awal Pekan Depan

Sementara itu Bupati Madina, H Saipullah Nasution disela kerumunan warga meyatakan GPM hari ini tersedia sebanyak delapan ton beras.

“Dinas Ketapang menyediakan beras delapan ton dan minyak goreng, tujuan utamanya untuk meringankan beban masyarakat,”ungkapnya sembari diaminkan Kadis Ketapang, Taufik Zuhenda Ritonga.

Orang nomor satu bumi gordang sambilan itu pun menguraikan bahwa akhir-akhir ini harga beras premium di pasar telah mencapai angka Rp16-18 ribu per kilogram.

“Maka, hari ini kami hadir menyediakan beras kualitas premium juga, yang bagus, yang layak konsumsi dengan harga Rp12 ribu,” jelas mantan kakanwil bea cukai Aceh 2015-2016 itu.

Lalu Saipullah pun menerangkan saat ini untuk GPM ini masih difokuskan di Kecamatan Panyabungan karena mengingat kepadatan penduduk yang mencapai 67 ribu jiwa.

Baca Juga :  Lantik Kadis Kesehatan dan Puluhan Pejabat di Lingkungan Pemkab Asahan. Ini Amanah dan Pesan Bupati!

“Nanti kami akan ke daerah-daerah lain yang lebih membutuhkan,” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, Bupati Saipullah menjelaskan Pemkab Madina melalui Dinas Pertanian akan menggandeng Bulog untuk memastikan gabah petani dibeli dengan harga yang baik mengingat masa panen sudah dekat.

“Pemkab Madina dan Bulog yang akan bersama-sama menemui kelompok-kelompok tani,” ujarnya.

Meski demikian, Saipullah tetap menyarankan petani menjual gabah ke pembeli dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau memang harganya itu bisa lebih dari Rp6.500 bisa mereka jual di luar Bulog, ya, dipersilakan biar keuntungannya lebih, tapi manakala harganya di bawah Bulog, sebaiknya dijual sama Bulog saja,” imbaunya mengakhiri.

Sedangkan Kadis Ketapang Madina, Taufik Zulhandra Ritonga menuturkan, Pemkab Madina masih memiliki kuota sekita 80 ton untuk GPM. Jumlah tersebut akan dikeluarkan secara bertahap setiap pekan dengan menyasar kecamatan-kecamatan yang ada.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Serahkan 71 Sertifikat BMD Ke Bupati Madina

“Rencana kami rutin setiap minggu, tapi berganti kecamatan,”katanya.

Diketahui Pemkab Madina saat ini sedang gencar-gencarnya menjalankan GPM. Dan ini adalah kali keempat sejak Agustus 2025 dilaksanakan di pasar eks bioskop Tapanuli.

Kali ini selain beras, minyak makan merk Minyakita juga tersedia. Tersedianya minyak ini merupakan permintaan masyarakat yang berharap pemerintah tak hanya menyediakan beras murah saja. (Basid)