MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Meski digadang menjadi rumah sakit rujukan, faktanya RSUD Panyabungan masih jauh dari standar. Sebab ruang rawat kurang, AC sentral belum fungsi, saluran air rusak sejak dibangun, hingga petugas kebersihan minim.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Madina dari partai Demokrat, Binsar Nasution menjawab pertanyaan wartawan terkait tanggapannya mengenai RSUD Panyabungan sebagai wakil rakyat, Rabu (06/05/2026) di Panyabungan.

Politisi berlambang mercy ini pun menuturkan bahwa pemerintah daerah diduga kurang konsisten dalam membangun RSUD Panyabungan ini, sebab hanya mengharap dari dana pusat.

“Pemerintah daerah diduga nggak konsisten bantu pembangunan RSUD Panyabungan. Hanya hanya berharap dari anggaran pusat saja,”ujarnya.

Baca Juga :  Diisukan Minta Persentase Urus Izin Lokasi dan IUP Perkebunan, Bupati Madina : Itu Tidak Benar, Hati-hati Menjadi Fitnah

Dan Binsar Nasution yang juga mantan Dewan Pengawas RSUD Panyabungan merinci bahwa RSU Panyabungan butuh  ruang rawatan, butuh dana pengaktifan AC central yang tidal terpakai, butuh perbaikan saluran yang banyak tidak terpakai sejak di bangun, karena lemahnya pengawasan saat pembangunan.

Tak hanya itu imbuhnya, butuh tambahan petugas kebersihan karena sedikitnya ruangan tak terjaga, kemudian ⁠butuh penjaga, petugas medis dan ⁠butuh pematangan lahan serta bangunan parkir para pekerja RSU, keluarga pasien dan pengunjung serta pelatihan bagi para pekerja untuk pengelolaan RSU yang lebih modren.

Binsar pesimis RSUD Panyabungan bisa jadi rujukan jika Pemkab pelit anggaran. “Mimpilah mau jadi RSU rujukan. Untuk RSU standar saja susah kalau pemkab pelit anggaran ke RSU. Yang pening direkturnya dan petugas diomeli masyarakat terus,” cetusnya. 

Ia menyindir DPRD sendiri. “Sangat sedikit peran komisi  membidangi di DPRD perhatikan rumah sakit. Saya nggak pernah dengar aspirasi DPRD minta dan patok anggaran untuk penyelesaian bangunan dan peralatan RSU.” katanya.

Baca Juga :  Pupuk Langka, Mantan Anggota DPRD Sergai : Pihak Berkompeten Diminta Cepat Atasi

Binsar menantang Bupati. “Kalau Bupati mau ada legacy di Madina bidang kesehatan, dia harus tuntaskan semua kebutuhan RSU dalam periodenya.”

” Mestinya di APBD 2026 di ajukan anggaran untuk itu dengan di barengi pengawasan, kita tunggu dan kita intip dulu renstra RSU untuk tahin 2027 berapa di buat Pemkab/Bapeda anggarannya takut saya 1 miliar saja,”tutupnya Binsar. (*)