Akses Jalan Buruk di Gunungsitoli, Siswa SDN Madolaoli Terancam Kelelahan Belajar
DATAPOST.ID, Kota Gunungsitoli – Akses pendidikan di wilayah pelosok Kota Gunungsitoli masih menghadapi persoalan infrastruktur. Di Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, puluhan siswa UPTD SDN 071077 Madolaoli setiap hari harus melewati jalan setapak yang dikelilingi semak belukar dan pepohonan untuk menuju sekolah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga setelah diunggah melalui akun Facebook Yamoni Laoli, warga Desa Tuhegeo II.
Dalam keterangannya, ia menyebut akses menuju sekolah tersebut hingga kini belum tersentuh pembangunan jalan yang layak.
Jalur yang dilalui para siswa memiliki permukaan tidak rata dan berpotensi licin ketika hujan. Kondisi itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak usia sekolah dasar yang harus berjalan kaki setiap hari.
Bagi para siswa, jalan tersebut bukan sekadar akses menuju sekolah, melainkan jalur utama untuk mendapatkan pendidikan.
Yamoni Laoli menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai perjalanan dengan medan yang cukup berat berpotensi membuat siswa kelelahan sebelum mengikuti proses belajar mengajar.
“Setiap hari mereka harus berjalan kaki. Kemungkinan sesampai di sekolah bukan lagi fokus belajar karena kelelahan berjalan kaki. Sejak Indonesia Merdeka, jalan tersebut tidak pernah dilirik oleh Pemerintah Daerah maupun Pusat,” ujar Yamoni, Jumat (11/9/2026).
Ia berharap kondisi akses tersebut menjadi perhatian pemerintah, sehingga anak-anak di wilayah pelosok tidak mengalami hambatan dalam memperoleh pendidikan.
“Jangan sampai jarak dan kondisi jalan menjadi penghalang bagi anak-anak di pelosok untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat memberikan perhatian serius terhadap peningkatan infrastruktur jalan menuju wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Tuhegeo II, jalan yang layak bukan hanya berkaitan dengan mobilitas warga.
Infrastruktur jalan juga menjadi penunjang penting bagi aktivitas pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat.
Hingga kini, para siswa SDN 071077 Madolaoli tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa. Mereka harus berangkat lebih pagi dan melewati jalur yang berada di tengah semak serta pepohonan demi sampai ke sekolah.
Kondisi tersebut kembali menjadi pengingat bahwa akses pendidikan tidak hanya berbicara tentang keberadaan gedung sekolah, tetapi juga tentang tersedianya akses yang layak dan aman bagi para siswa untuk mencapainya.

Tinggalkan Balasan